Larangan Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan Oleh Luhut Dinilai Janggal

Larangan Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan Oleh Luhut Dinilai Janggal


DEMOKRASI - Analis Kebijakan Publik, Abdurachim Kresno mengatakan tindakan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti menenggelamkan kapal para pencuri ikan (illegal fishing) yang dilakukannya selama ini dinilai sudah tepat dan sesui dengan peraturan perundangan-undangan.

Sehingga tatkala Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar melarang apa yang dilakukan oleh Susi tersebut, hal itu dirasa janggal oleh Abdurachim.

“UU 45/2009 Tentang Perikanan, Pasal 69 menentukan: Penyidik atau Pengawas Perikanan dapat melaksanakan tindakan khusus berupa pembakaran atau penenggelaman kapal yang melakukan tindak pidana bila terdapat bukti permulaan yang cukup. Sehingga larangan Luhut itu menyebabkan kontroversi,” kata Abdurachim secara tertulis, Rabu (10/1).

Sebelumnya diketahui bahwa Luhut telah memberi peringatan kepada Susi agar tidak lagi melakukan penenggelaman kapal para pencuri ikan di perairan Indonesia.

“Sudah diberi tahu (Menteri KKP) tidak ada penenggelaman kapal lagi,” tegas Luhut di Kantor Menko Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin, 8/1/2018.

Luhut menjelaskan, saat ini sudah tidak diperlukan lagi penenggelaman kapal meskipun dia mengakui penenggelaman yang dilakukan Susi selama ini bertujuan untuk meminimalisir illegal fishing.

“Sekarang kita ingin lihat ke depan. Semua orang sudah tahu negeri kita tegas,” ungkap dia.

Seperti diketahui jumlah kapal pelaku illegal fishing yang telah ditenggelamkan oleh Susi sejak Oktober 2014 sampai 1 April 2017 adalah 317 kapal. Kapal-kapal tersebut berasal dari berbagai negara yakni 142 dari Vietnam, 76 kapal dari Filipina 76 kapal, 21 kapal dari Thailand.

Kemudian 49 kapal dari Malaysia, 21 kapal dari Indonesia, dua kapal dari Papua Nugini, satu kapal dari Tiongkok, satu kapal dari Belize, dan tanpa negara sebanyak empat kapal.

SUMBER DEMOKRASI.CO

BACA JUGA:

BAGAIMANA KOMENTAR ANDA?

Nama

Berita Islam,273,Daerah,415,Ekbis,874,Foto,47,Hukum,2347,Ilmu Islam,7,Jabodetabek,1178,Keamanan,102,Mancanegara,523,Menarik,92,Opini,194,Otomotif,4,Pemilihan,95,Pendidikan,30,Peristiwa,1582,Politik,3587,Sejarah,27,Seleb,416,Sport,78,Suara Publik,272,Tekno,29,Umum,549,Video,407,Wawancara,9,
ltr
item
Demokrasi: Larangan Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan Oleh Luhut Dinilai Janggal
Larangan Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan Oleh Luhut Dinilai Janggal
Analis Kebijakan Publik, Abdurachim Kresno mengatakan tindakan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti menenggelamkan kapal para pencuri ikan (illegal fishing) yang dilakukannya selama ini dinilai sudah tepat dan sesui dengan peraturan perundangan-undangan.
https://2.bp.blogspot.com/-_PNeGHAJn9Q/WlXFsYj71eI/AAAAAAAAd1Q/L-v8vZlAEN4n5fWauyaGXejd5Fv1d5lVACLcBGAs/s640/594902_620.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-_PNeGHAJn9Q/WlXFsYj71eI/AAAAAAAAd1Q/L-v8vZlAEN4n5fWauyaGXejd5Fv1d5lVACLcBGAs/s72-c/594902_620.jpg
Demokrasi
http://www.demokrasi.co/2018/01/larangan-penenggelaman-kapal-pencuri.html
http://www.demokrasi.co/
http://www.demokrasi.co/
http://www.demokrasi.co/2018/01/larangan-penenggelaman-kapal-pencuri.html
true
8638954034400715189
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts TAMPILKAN SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman Berita View All SARAn UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI BERITA ALL POSTS Berita yang Anda Cari Tidak Ditemukan! Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Baru Saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow KONTEN INI TERBATAS! Silahkan Bagikan Untuk Membuka atau Melihatnya Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy