Residivis Kasus Pencabulan Hanya Dituntut 10 Tahun Penjara

Residivis Kasus Pencabulan Hanya Dituntut 10 Tahun Penjara


DEMOKRASI - Rusli Masud alias Abang Nyong (62), residivis kasus pencabulan di Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah kembali dituntut jaksa peuntut umum Kacabjari Ambon di Banda Naira selama 10 tahun penjara.

"Kami minta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan kekerasan dan memaksa perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur," ujar JPU Geo Dwi Novrian di Ambon, Kamis (11/1/2018).

Tuntutan jaksa disampaikan dalam persidangan dipimpin ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, Mathius.

Perbuatan terdakwa diancam melanggar pasal 82 ayat (1) juncto pasal 76 huruf E Undang-Undang RI nomor 35 thun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahahan dengan perintah yang bersangkutan tetap ditahan," kata Jaksa dalam surat tuntutannya.

Yang memberatkan terdakwa dituntut penjara karena perbuatannya telah menimbulkan trauma bagi saksi korban maupun rasa malu bagi keluarga, dan terdakwa sudah pernah divonis delapan tahun penjara dalam perkara yang sama.

Sedangkan yang meringankan terdakwa adalah berlaku sopan dan menyesali perbuatannya.

Perbuatan cabul yang dilakukan terdakwa terhadap korban terjadi pada Rabu, (16/8/2017) sekitar pukul 15.00 WIT, bertempat di hutan Lakui, Desa Lonthor tepatnya di blok kebun pala milik Oksen Ali.

Ketika itu terdakwa melambaikan tangan terhadap korban di rumahnya untuk mengikuti terdakwa ke dalam hutan lalu menyuruh korban menurunkan celana panjangnya sampai di bagian lutut serta membuka baju kaos.

"Saat terdakwa menindih korban, saksi Polan Mudjid melihat peristiwa itu dan sempat berteriak tetapi terdakwa langsung melarikan diri," kata jaksa.

Terdakwa juga sempat korban untuk menikah, tetapi dia tidak mengetahui saat itu korban baru berusia 17 tahun dan tidak terdapat perkawinan bawah umur di Desa Lonthor.

Majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan penasihat hukum terdakwa, Djidon Batmomolin.

SUMBER DEMOKRASI.CO

BACA JUGA:

BAGAIMANA KOMENTAR ANDA?

Nama

Berita Islam,273,Daerah,415,Ekbis,874,Foto,47,Hukum,2347,Ilmu Islam,7,Jabodetabek,1178,Keamanan,102,Mancanegara,523,Menarik,92,Opini,194,Otomotif,4,Pemilihan,95,Pendidikan,30,Peristiwa,1582,Politik,3587,Sejarah,27,Seleb,416,Sport,78,Suara Publik,272,Tekno,29,Umum,549,Video,407,Wawancara,9,
ltr
item
Demokrasi: Residivis Kasus Pencabulan Hanya Dituntut 10 Tahun Penjara
Residivis Kasus Pencabulan Hanya Dituntut 10 Tahun Penjara
Rusli Masud alias Abang Nyong (62), residivis kasus pencabulan di Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah kembali dituntut jaksa peuntut umum Kacabjari Ambon di Banda Naira selama 10 tahun penjara.
https://2.bp.blogspot.com/-E65fy8xs-0M/WleIbmwj3_I/AAAAAAAAeD0/7ZrLEuAVlY0DGbTrRtn-jUARoI6DQXAoACLcBGAs/s640/20180111_104309_harianterbit_pencabulan.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-E65fy8xs-0M/WleIbmwj3_I/AAAAAAAAeD0/7ZrLEuAVlY0DGbTrRtn-jUARoI6DQXAoACLcBGAs/s72-c/20180111_104309_harianterbit_pencabulan.jpg
Demokrasi
http://www.demokrasi.co/2018/01/residivis-kasus-pencabulan-hanya.html
http://www.demokrasi.co/
http://www.demokrasi.co/
http://www.demokrasi.co/2018/01/residivis-kasus-pencabulan-hanya.html
true
8638954034400715189
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts TAMPILKAN SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Beranda Halaman Berita View All SARAn UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI BERITA ALL POSTS Berita yang Anda Cari Tidak Ditemukan! Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Baru Saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu yang lalu Followers Follow KONTEN INI TERBATAS! Silahkan Bagikan Untuk Membuka atau Melihatnya Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy