logo

Veronica, Orator di Aksi Dukung Ahok Bukan Lagi Anggota LBH Jakarta

Veronica, Orator di Aksi Dukung Ahok Bukan Lagi Anggota LBH Jakarta

DEMOKRASI - Salah satu pengacara publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Oky Wiratama Siagian menyebut bahwa Veronica Koman Liau sudah bukan lagi anggota lembaganya.

Veronica merupakan salah satu orator dalam aksi massa pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di depan rumah tahanan Cipinang, Jakarta Timur. Ia menyebut bahwa rezim Joko Widodo (Jokowi) lebih parah dari rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Oky mengatakan, wanita yang akrab disapa Vero itu sudah sejak setahun lalu tak lagi di LBH Jakarta.

"Vero sudah bukan kerja di lbh jakarta lagi yah sekarang. Setahun yang lalu sudah gak di LBH seperti itu," ucapnya saat dikonfirmasi, Minggu (13 /5/2017).

Soal orasi Vero yang dipidanakan oleh salah seorang masyarakat bernama Kan Hiung, Oky mengaku LBH belum menentukan sikap mengenai laporan tersebut.

"Kita belum tahu sih langkah-langkah apa yang akan dilakukan, ini sedang koordinasi di pimpinan LBH Jakarta. Intinya kita belum berikan sikap ya. Lihat hasil akhirnya saja," kata dia.

Oky enggan mengomentari isi orasi yang disampaikan Vero, yang menyinggung rezim Jokowi dan SBY.

"Terkait pernyataan Vero itu saya belum bisa bersikap ya. Tapi, kalau orasi saya rasa hak setiap orang untuk sampaikan pendapat," terangnya.

Diketahui, Veronica Koman Liau, salah satu orator aksi massa pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat Ahok dibawa rumah tahanan Cipinang, Jakarta Timur mendadak terkenal.

Orasi Vero dalam sebuah video mendadak viral. Dalam video itu, Vero mengatakan bahwa rezim pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) adalah rezim yang lebih parah dibandingkan dengan rezim pemerintahan sebelemunya, yaitu rezim era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Akibatnya, Kementerian Dalam Negeri pun mengaku telah mengirimkan surat kepada Vero untuk segera membuat permintaan maaf secara terbuka.

Bukan hanya itu, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo pun mengancam membawa masalah ini ke jalur hukum, jika Vero dalam sepekan ini tak memberikan klarifikasi.

Terkait hal itu, Vero sendiri belum mau berkomentar banyak. Vero juga belum mau menjelaskan apa maksud orasinya yang menyebut rezim Jokowi lebih parah dibandingkan rezim SBY itu.

SUMBER