logo

Selama Uji Coba, Tarif Kereta Bandara Soekarno-Hatta Rp 30.000

Selama Uji Coba, Tarif Kereta Bandara Soekarno-Hatta Rp 30.000

DEMOKRASI - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau persiapan pengoperasian Kereta Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (23/11). Rencananya, uji coba pengoperasian kereta bandara ini akan dilakukan pada awal Desember 2017.

Menteri Budi menjelaskan, pada tahap uji coba, tarif kereta bandara akan dikenakan sebesar Rp 30.000. "Karena pada Desember itu kita masih memberikan tarif yang murah, Rp 30.000, nanti satu Januari ada pembenahan tarif," ucap Menteri Budi di Stasiun Batu Ceper, Kota Tangerang, Kamis (23/11).

Menteri Budi menambahkan, mundurnya pengoperasian bandara karena pihak operator harus melakukan uji coba. Dia berharap, nantinya pengoperasian penuh kereta bandara ini bisa terealisasi pada Januari 2018.

"Kita resmikan pada awal Desember. Sebenarnya 25 November sudah bisa operasi, tapi kita lebih safe kalau kita beri kesempatan PT Railink untuk uji coba," kata Menteri Budi Karya.

Pada awal pengoperasiannya nanti, headway atau jarak waktu antar kereta akan dibuat selama 30 menit. "Dimulai dari Dukuh Atas, dan berhenti hanya sekali di Batu Ceper, dengan harapan juga dari Batu Ceper juga ada penduduknya pak wali kota dari tangerang, tangerang selatan untuk ke bandara," bilang dia.

Dengan adanya kereta bandara ini, Menhub Budi berharap 30 persen penupmpang pesawat beralih menggunakan jasa kereta api untuk menuju dan pulang dari Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang.

"Adanya kereta ini kita harapkan, 30 persen penumpang yang akan menuju dan dari bandara itu, pindah ke kereta api," ucap dia.

Budi yakin kereta api Bandara yang akan segera dioperasikan ini bisa dimanfaatkan oleh maayarakat luas. "Karena memang kereta api sangat digemari.'

Sementara untuk fasilitasnya sendiri, lanjut Budi, kereta api Bandara ini langsung menghubungkan penumpang ke Bandara Soetta. "Fasilitas saya pikir yang membedakan adalah, ini sama-sama KRL, yang membedakan kereta bandara ini direct menuju Bandara, yang lain tidak direct," ucapnya.

Selanjutnya, penumpang Bandara dengan kereta api ini akan terhubung dengan Automated People Mover System (APMS) atau skytrain.

"Kereta ini langsung ke ujung dari pada bandara, di bandara ditampung dengan people mover. Jadi kalau seorang mau ke luar negeri pun, mereka bisa ke kereta bandara, turun, pindah ke people mover langsung ke terminal 3. Kalau transportasi lain kan perpindahannya belum maksimal," tegas Budi.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...