logo

5 Provokator Ustadz Somad Akan Dilaporkan ke Mabes Polri

5 Provokator Ustadz Somad Akan Dilaporkan ke Mabes Polri

DEMOKRASI - Terkait penghadangan ceramah yang akan diberikan oleh Ustaz Abdul Somad di Denpasar, Bali, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Bahctiar Nasir, ikut angkat bicara.

"Ya apa yang dialami oleh Ustadz Abdul Somad di Bali memang sangat kami sayangkan. Padahal sebelumnya, saya sudah datang ke sana dan sudah buktikan di hadapan mereka bahwa kita ini cinta NKRI dan NKRI harga mati. Apa yang mereka inginkan keluar dari mulut kita sudah terang dan bagi kami pancasila adalah sesuatu yang sudah kami dalami sejak kecil," kata Bachtiar Nasir, Jakarta, Selasa (12/12).

Karenanya, kata dia, tindakan seperti yang terjadi pada Ustadz Abdul Somad itu sungguh jauh dari nilai-nilai pancasila, sungguh jauh dari nilai nilai Bhineka Tunggal Ika.

"Dan terus terang apa yang mereka lakukan terhadap ustadz Abdul Somad juga jauh dari nilai-nilai NKRI harga mati itu sendiri. Ini semua hanyalah manipulasi untuk sebuah emosi dan hawa nafsu sesaat," terang Bachtiar Nasir seperti dilansir Kumparan.

Kejadian yang dialami oleh ustadz Abdul Somad telah ditindaklanjuti oleh tim hukum GNPF-MUI. Ia mengatakan, pihaknya akan segera melaporkan terduga pelaku provokasi ke Mabes Polri.

"Saya dengar tim advokasi GNPF-MUI Bali akan melaporkan 5 pelakunya ke Mabes Polri. Dan hukum harus diteruskan secara terbuka. Saya pikir persatuan harus di segala bidang. Tentu untuk mengamankan bangsa ini, bukan berarti persatuan laskar kemudian menimbulkan rasa takut, yang benar adalah bagimana tidak ada kezaliman di masyarakat kita dengan adanya laskar bersatu itu," pungkas Bahctiar Nasir.

Diketahui, tak hanya diadang saat akan memberikan ceramah, Ustadz Abdul Somad juga dipaksa untuk mencium bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...