logo

Acara Bela Negara Dibatalkan, Majelis Mujahidin: Apakah Tegakkan Syariat Islam Bertentangan Pancasila?

Acara Bela Negara Dibatalkan, Majelis Mujahidin: Apakah Tegakkan Syariat Islam Bertentangan Pancasila?

DEMOKRASI - Acara Temu Tokoh Bela Negara, yang diselenggarakan Perwakilan Majelis Mujahidin, Brebes, Jawa Tengah, pada Ahad, (10/12) gagal dilaksanakan karena tidak mendapat izin kepolisian.

Larangan dilangsungkannya acara tersebut dikeluarkan oleh Kasat Intelkam AKP Sartono, sehari sebelum acara berlangsung.

“Koordinasi antar Polres Brebes dengan Kesbangpolinmas Brebes dengan hasil untuk tidak mengijinkan kegiatan dari Majelis Mujahidin di Pendopo Kab. Brebes,” demikian tertulis dalam surat dari Intelkam Polres Brebes, 8 Desember 2017.

Seperti tercantum dalam suratnya, polisi melarang kegiatan ini, karena aprori terhadap tujuan Majelis Mujahidin untuk menegakkan Syariat Islam dianggap bertentangan dengan Pancasila.

“UU No. 16 th 2017 ps 59 poin 4c yang berisi ormas dilarang menganut, mengembangkan, serta menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila,” dijadikan alat pelarangan.



Acara bertema, “Peran Islam Membangun NKRI dan Menghadapi Ancamannya” sedianya berlangsung, Ahad 10 Desember 2017, di Pendopo Kab. Brebes, dengan menghadirkan narasumber dari tokoh ormas dan TNI. Yaitu, Letkol Ahmad Hadi Hariono (Kodim 0713 Brebes), Drs. H. Joko Mulyanto (Muhammadiyah),  KH. Athoilah (NU), dan Irfan S. Awwas (Majelis Mujahidin).

Ketua Perwakilan Majelis Mujahidin Brebes, Muhammad Ramdhan, menyesalkan larangan mendadak dan tanpa adanya dialog dengan panitia.

“Intelkam polisi telah gegabah melakukan pelarangan secara sepihak. Apakah menegakkan syariat Islam bertentangan dengan Pancasila?” kata M. Ramdhan.

Selanjutnya dikatakan, “Dialog ini sebenarnya hendak mencari formulasi, bagaimana membela negara yang sesuai dengan konstitusi dan kitab suci. Sehingga orang tidak mudah menuduh sembarangan anti pancasila seperti di zaman Orba.”

Sebelumnya, Majelis Mujahidin mengadakan dialog bela negara di Karanganyar, Solo, dihadiri kepolisian dan TNI, tidak ada masalah. Bahkan Bupati Karanganyar, berkenan memberi sambutan.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...