logo

Anggaran Banjir Rp 500 Miliar, Bestari Barus: Gak Ada Banjir Era Ahok

Anggaran Banjir Rp 500 Miliar, Bestari Barus: Gak Ada Banjir Era Ahok

DEMOKRASI - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat menyatakan, proyek pembangunan light rapid transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT) sebagai salah satu penyebab terjadinya banjir dibeberapa titik Ibu Kota DKI Jakarta. Akan tetapi, itu, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus menilai jangan terlalu terburu-buru menuduh biang keladi banjir karena dua proyek tersebut.

Politisi Partai NasDem itu meminta Anies tidak terburu-buru dalam menyalahkan pihak lain penyebab banjir. Pasalnya, sepengetahuan Bestari, selama proyek LRT dan MRT berjalan, tidak pernah menyebabkan banjir.

"Jangan terburu-buru men-judge. Kita sudah anggarkan ratusan milliar, bahkan untuk petugas pasukan biru itu, untuk tahun 2018 aja kita sudah lebih dari 600 miliar dari sebelumnya ada sekitar Rp 500 miliar lebih. Nah, kemudian bagaimana mengefektifkan teman-teman di pasukan baru ini di bawah koordinasi kepala dinas sumber daya air (SDA) supaya bekerja lebih baik lagi," kata Bestari kepada JawaPos.com, Rabu (13/12).

Dia mengakatan seharusnya Anies harus menyatukan programnya bersama dinas-dinas terkait seperti Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air, dan Dinas Kehutanan DKI dalam melaksanakan pembangunan drainase. Agar tugas dan fungsi masing-masing Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) tidak berbenturan. "Saya kira ada hal-hal yang harus diperbaiki di dalam sistem penanganan. Nggak pernah banjir seperti itu (Era Ahok)," ungkapnya.

Terlebih lagi, kata dia, Anies sudah mempunyai Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Jadi seharusnya Anies dapat mengefektifkan tim tersebut dan memberikan manfaat bagi DKI Jakarta. Terlebih lagi Bestari mengatakan, Pemprov DKI mempunyai ribuan pasukan biru dan kuning yang dapat menangani saluran air yang tidak lancar.

"Dan sebetulnya ini tinggal bangaimana mengefektifkan yang sudah ada dan jangan terlambat mengantisipasi. Kalau sudah banjir begini baru diantisipasi, maka itu akan sia. Nah penanganan sekarang, bisa saja malam, sore, ataupun besok terjadi lagi. Ini harus dilakukan segera mungkin jangan menunggu keajaiban. Karena tidak mungkin itu dilakukan dalam keadaan seperti ini," pungkasnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...