logo

Beredar Surat Bertanda Tangan Novanto ke Jokowi, Ini Reaksi Fredrich

Beredar Surat Bertanda Tangan Novanto ke Jokowi, Ini Reaksi Fredrich

DEMOKRASI - Merasa dikriminalisasi dalam kasus korupsi e-KTP, Ketua DPR Setya Novanto diduga mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meminta perlindungan hukum.

Saat dikonfirmasi kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mengaku tidak tahu adanya surat dari kliennya yang meminta perlindunhgan hukum kepada Presiden Jokowi. Bahkan merasa kaget adanya surat yang ditandatangani oleh Setya Novanto.

"‎Waduh saya tidak tahu, ini baru baca," ujar Fredrich saat dikonfirmasi, Kamis (7/12).

Fredrich juga mengaku dirinya baru saja bertemu oleh Ketua Umum Partai Golkar ini di rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, dalam pertemuan itu‎ Setya Novanto tidak menyinggung sama sekali mengenai surat tersebut.

"Jam 15.00 WIB saya masih ketemu Pak Setya Novanto beliau tidak cerita, tidak ada pembicarana ke situ (surat) sama sekali," katanya.

Sekadar informasi, JawaPos.com mendapatkan sepucuk surat yang diduga dari DPR Setya ‎Novanto. Di surat itu Setya Novanto 'curhat' lantaran telah dikriminalisasi oleh orang tidak bertanggung jawab dalam kasus e-KTP.

Berikut ini isi surat yang diduga dari Setya Novanto yang ditujukan kepada Presiden Jokowi:

Kepada YTH

Bapak Presiden Joko Widodo

Di Jakarta

Salam Hormat,

Semoga Bapak dalam keadaan sehat dan selalu diberikan kekuatan serta perlindungan oleh Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa untuk menjalankan amanah memimpin negeri ini.

Bersama ini perkenankan saya menyampaikan kondisi dari keadaan yang saya hadapi.

Pertama. Di bawah kepemimpinan saya, keputusan Partai Golkar untuk mendukung Bapak sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 adalah keputusan sah, dan dilakukan dalam forum yang sah sebagai keputusan organiasi. Meskipun memang ada segelintir pihak tertentu yang tidak suka Partai Golkar mencalonkan bapak kembali sebagai Presiden Republik Indonesia.

Kedua. Di bawah kepemimpinan saya, DPR RI telah berusaha memberikan dukungan pada berbagai program pemerintah, meskipun tidak mudah menyatukan pimpinan dan anggota parlemen. Namun demikian saya telah berusaha sekuat tenaga sebagaimana komitmen untuk mendukung program pembangunan Bapak, demi kelancaran proses kepemimpinan saat ini dan di masa yang akan datang.

Ketiga. Dikarenakan usaha itulah saya mengalami kriminalisasi seperti sekarang kasus ini terjadi tahun 2010, tetapi diungkap kembali atas rekayasa kelompok tertentu dengan menggunakan KPK.

Keempat. Saya mohon perhatian Bapak Presiden sesungguhnya peristiwa yang menimpa diri saya ini bermuara pada keputusan dukung-mendukung Presiden Republik Indonesia untuk Pemilu 2019. Oleh sebab itu, dapat diyakini bahwa ujung dari peristiwa kriminalisasi ini adalah untuk menggagalkan kepemimpinan Bapak sekarang maupun di masa yang akan datang.

Demikian disampaikan kepada Bapak Presiden dan sebagai warga masyarakat yang telah menjadi korban kriminalisasi atas rekayasa kelompok tertentu, saya mohon doa dan perlindungan hukum dari Bapak Presiden selaku Panglima Tertinggi dalam penegakan hukum di negara yang kita cintai ini.

Hormat sata, 

Drs. Setya Novanto, Ak. MM.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...