logo

Cerita di Balik Ustaz Abdul Somad Mencium Merah Putih di Denpasar

Cerita di Balik Ustaz Abdul Somad Mencium Merah Putih di Denpasar
Ustaz Abdul Somad mengajaran di Suku Talang Mamak. (Foto: Instagram/@ustadzabdulsomad)
DEMOKRASI - Ustaz Abdul Somad siapa tak kenal. Dai yang tengah naik daun ini kembali menjadi perbincangan. Di media sosial pada Jumat (8/12) malam, ramai mengenai insiden Abdul Somad di Bali.

Abdul Somad memang memiliki jadwal berceramah di Denpasar, Bali. Dia mesti mengisi ceramah di Masjid Baiturrahmah Wanasari Kp. Jawa dan Masjid An-Nur Jln. Diponegoro Denpasar.

Sedang insiden menyangkut Abdul Somad, terjadi ketika dosen UIN Suska Riau ini sampai di Hotel Aston pada Jumat sore. Ada sekelompok orang yang mendatangi hotel, dan hingga akhirnya mendesak agar Abdul Somad mencium bendera merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Sempat terjadi dialog antara panitia ceramah Abdul Somad dengan pimpinan kelompok itu. Mediasi dihadiri petugas keamanan dari kepolisian dan TNI. Hingga kemudian hasil mediasi selama beberapa jam itu menghasilkan keputusan Abdul Somad mencium bendera merah putih disaksikan oleh Kapolresta Denpasar, Dandim 1611/Badung, dan perwakilan dari massa KRB.



Acara Abdul Somad mencium bendera pun dilakukan di lobi hotel, setelah itu bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan berikrar kebangsaan. Pukul 19.15 Wita Abdul Somad kembali ke kamar dan menuju tempat ceramah di Masjid An-Nur Jl. Diponegoro Denpasar.

Sedangkan massa KRB untuk kembali ke rumah masing masing. Ustaz Abdul Somad bisa melanjutkan aktivitasnya. Sempat ada isu-isu liar, namun kondisi sepenuhnya kondusif.

"Kami cek dulu ya informasi soal itu," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja yang dikonfirmasi kumparan (kumparan.com), Jumat malam.

Tak lama, Hengky lewat whatsapp memberikan sebuah link berita mengenai apa yang terjadi di Aston, dan suasana kondusif.

Tapi bagaimanapun, publik banyak yang bereaksi melihat insiden ini. Banyak yang menyayangkan aksi massa yang datang beramai-ramai, lalu meminta Abdul Somad untuk mencium bendera merah putih dan menyanyikan Indonesia Raya.

Mungkin saja ada informasi tak valid mengenai Abdul Somad. Sehingga muncul isu yang sampai meragukan ke-Indonesiaan Abdul Somad. Di era media sosial, sesuatu yang tak valid memang mudah menyebar.

Sebenarnya bila melihat sosok dai yang bila berceramah berbicara ceplas ceplos dan dikenal apa adanya ini, rasa nasionalismenya tak perlu diragukan. Bisa ditengok di akun instagram resmi Abdul Somad. Jadi, kiranya tak perlu ada pengerahan massa 'menghakimi' Abdul Somad.

5 jam kami menempuh perjalanan darat, dilanjutkan 7 jam menggunakan sampan. Untuk mengajarkan anak anak Suku Talang Mamak cinta NKRI. Pak Mahmud (Koordinator Rombongan ke Talang Mamak) Saya menjadi saksi hidup perjalanan di atas bersama UAS menjelajah belantara Taman Nasional Bukit Tigapuluh INHU Riau, mengarungi sungai Batang Gansal selama 7 jam dalam kondisi diguyur hujan mulai jam 10 siang sampai jam 5 sore, salah satu dari kami hampir pingsan karena hipotermia, badan kami semua termasuk UAS menggigil karena kedinginan. Tapi kami berhasil sampai pedalaman permukiman suku Talang Mamak dengan selamat. Kami mengajarkan mengaji sholat, berhitung menulis, membangun masjid, menanam jagung dan kacang, mengadakan bakti sosial pengobatan gratis dan mengajari beternak lebah madu dan lebah trigona.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Ustadz Abdul Somad (Official) (@ustadzabdulsomad) pada


"5 Jam kami menempuh perjalanan darat, dilanjutkan 7 jam menggunakan sampan. Untuk mengajarkan anak anak Suku Talang Mamak cinta NKRI," tulis @ustadzabdulsomad.

Di foto instagram yang diposting pada Jumat sore itu memberi bukti nasionalisme Abdul Somad. Tentu postingan ini menepis tudingan-tudingan dari orang-orang yang meragukan sosok Abdul Somad yang nyata-nyata, seperti tampak dalam foto, mencintai Indonesia.

Ustaz Abdul Somad mengajaran di Suku Talang Mamak. (Foto: Instagram/@ustadzabdulsomad)
SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...