logo

Elektabilitas Presiden Jokowi di Bawah Prabowo

Elektabilitas Presiden Jokowi di Bawah Prabowo

DEMOKRASI - Direktur eksekutif Indonesia Network Election Survei (INES) Widodo Edi Sektianto menyatakan elektabilitas Joko Widodo melorot.

Dalam survei INES, elektabilitas Jokowi 29,6 persen di bawah Prabowo Subianto 44,2 persen.

Hasil survei itu saat ditanyakan kepada responden dari delapan tokoh yang diajukan namanya. Delapan tokoh tersebut adalah Joko Widodo, Prabowo Subianto, Jenderal Gatot Nurmantyo, Puan Maharani, Zulkifli Hasan, Muhaimin Iskandar, Sri Mulyani dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Prabowo meraih suara 43,2 persen disusul Jokowi 29,6 persen," kata Widodo Edi Sektianto melalui keterangan tertulis yang diterima rilis.id, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2017).

Presiden RI Joko Widodo - Foto: CNN

Sementara untuk enam tokoh lainnya seperti Jenderal Gatot Nurmantyo 6,6 persen, Puan Maharani, 5,1 persen, Zulkifli Hasan, 2,1 persen, Muhaimin Iskandar 1,7 persen, Sri Mulyani 6,2 persen, AHY 1,1 persen. Untuk responden yang sama sekali berjumlah 4,4 persen.

Penurunan elektabilitas Jokowi, menurut Widodo Edi Sektianto dipicu oleh persoalan ekonomi yang dianggap belum memuaskan kebutuhan masyarakat.

Dia mencontohkan masalah pendapatan menurun sejak tiga tahun terakhir.

Sekitar 68,3 persen responden mengaku  tidak mendapat penghasilan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara 27,8 persen mengatakan, cukup tidak ada sisa pendapatan yang bisa disimpan. Sisanya 3,9 persen menyatakan ada peningkatan pendapatan.

"27,8 persen mengatakan cukup (pendapatan), tidak ada sisa pendapatan yang bisa disimpan. Dan sisanya sebanyak 3,9 persen menyatakan ada peningkatan pendapatan," tambahnya.

Survei INES dilakukan di 33 provinsi di Indoenesia. Survei dilakukan pada 22 November -1 Desember 2017 dengan jumlah responden sebanyak 2.180 orang dengan margin of error ± 2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden pada penelitian ini tersebar secara proposional di 178 kabupaten/kota. Responden bekerja di sektor domestik atau publik, dengan ragam profesi, pendidikan dan usia.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...