logo

Eropa Tolak Permintaan Dukungan PM Netanyahu untuk Yerusalem

Eropa Tolak Permintaan Dukungan PM Netanyahu untuk Yerusalem

DEMOKRASI - Niat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambangi markas Uni Eropa di Belgia adalah untuk meminta dukungan, tapi yang ada malah penolakan. Eropa tegas mengatakan tidak akan mendukung klaim Donald Trump yang mengatakan Yerusalem adalah ibu kota Israel.

Dikutip Reuters, Netanyahu pada Senin (11/12) mengunjungi Brussels dan bertemu dangan para menteri luar negeri Eropa. Dia ingin agar Eropa mengikuti jejak Amerika Serikat dan memindahkan Kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Netanyahu berdalih, pengakuan Eropa untuk Yerusalem sebagai ibu kota Israel malah justru bisa menciptakan berdamaian. "Karena mengakui realita adalah inti dari perdamaian, pondasi perdamaian," kata Netanyahu.

Perkataan Netanyahu ini membeo apa yang disampaikan oleh Trump yang mengaku tetap berkomitmen pada proses perdamaian. Trump juga berjanji akan melanjutkan perundingan damai yang terhenti sejak 2014.

Namun kedatangan Netanyahu ke Brussels seakan sia-sia. Negara-negara Eropa menolak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan menegaskan perdamaian hanya akan tercipta melalui perundingan yang berlandaskan solusi dua negara. Eropa memegang teguh konsensus internasional soal status quo Yerusalem.

Benjamin Netanyahu dan Federica Mogherini (Foto: Reuters/Eric Vidal)

"Uni Eropa punya posisi yang sama dan jelas. Kami meyakini solusi realistis satu-satunya untuk konflik antara Israel dan Palestina adalah dua negara dan Yerusalem sebagai ibu kota keduanya," kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini dalam konferensi pers usai pertemuan dengan Netanyahu.

Mogherini menekankan dalam pernyataan itu bahwa Eropa satu suara menolak keputusan Trump. Sekutu paling dekat Israel di Eropa, Swedia, mengamininya.

Menurut Menteri Luar Negeri Swedia, Margot Wallstrom, dalam pertemuan tertutup dengan Netanyahu, tidak ada satu pun menteri luar neberi negara-negara Eropa yang mendukung keputusan Trump apalagi sampai berniat memindahkan kedubes ke Yerusalem.

"Saya sulit membayangkan jika ada negara lain yang akan melakukannya dan saya kira negara Uni Eropa tidak akan melakukannya," kata Wallstrom.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...