logo

Gara-gara Kecam Donald Trump, Jokowi Disebut Lakukan Diplomasi Abal-Abal

Gara-gara Kecam Donald Trump, Jokowi Disebut Lakukan Diplomasi Abal-Abal

DEMOKRASI - Presiden Joko Widodo mengkiritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pernyataannya soal Yerusalem merupakan ibu kota Israel. Dia menyebut orang nomor satu di negeri Paman Sam ini menabrak aturan hukum dan menyakiti hati bangsa Palestina.

Ketua Tim Nasional Penagih Janji Jokowi, Natalius Pigai justru mengkritik balik pernyataan Jokowi tersebut.

"Itu diplomasi abal-abal. Jokowi tak bisa melihat gajah di pelupuk mata,'' kata Natalius dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Menurut Natalius, pada saat ini, manusia sudah berada di milenium kemanusiaan dimana para penjahat kemanusiaan adalah orang-orang yang dimusuhi umat manusia. Sementara, pelaku kejahatan kemanusiaan tidak ada tempat berlindung di bawah kolong langit ini.

"Indonesia boleh ribut dan marah untuk mendukung bangsa Palestina atas kejahatan yang dilakukan Israel. Tetapi kita juga jangan sewot dan kebakaran jenggot kalau negara lain mengecam kejahatan (penangkapan, penganiayaan, penyiksaan dan pembunuhan) di bawah pimpinan Jokowi atas suku bangsa Papua Melanesia," kata aktivis kemanusiaan asal Papua ini.

Mantan Komisioner Komnas HAM ini melanjutkan, solidaritas Indonesia atas bangsa Palestina tidak sekadar solidaritas atas kesamaan agama. Sama halnya dengan solidaritas di Papua Melanesia juga bukan karena sekadar kesamaan bangsa Melanesia tetapi lebih dari itu, yaitu intervensi kemanusiaan yang melampaui batas-batas negara bangsa.

Sementara, cara pandang pemerintah atas bangsa Palestina itu memang penting baik secara simbolik diplomatik, tetapi juga substansial, yaitu kepedulian kemanusiaan.

'Tetapi Jokowi jangan lupa peribahasa kuno bangsa Melayu bangsanya sendiri bahwa 'gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak'. Indonesia cenderung melihat kejahatan kemanusiaan di bangsa lain, tetapi tragedi yang menimpa ribuan rakyat Papua di negerinya sendiri tuli dan bisu," tutup Natalius.

Sebelumnya, Jokowi menegaskan sikap Indonesia terkait pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Jokowi mengatakan pemerintah Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS.

"Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya. Ini bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia," kata Jokowi.

Seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Jokowi menegaskan, dirinya dan rakyat Indonesia tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanat pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Tak hanya melontarkan kecaman, Jokowi juga akan meminta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk segera meminta penjelasan dari Duta Besar Amerika Serikat, terkait pernyataan Trump yang kontroversial tersebut.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...