logo

Isi Pidato Perdana Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto

Isi Pidato Perdana Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto

DEMOKRASI - Jenderal Gatot Nurmantyo resmi menyerahkan tongkat komando Panglima TNI ke Marsekal Hadi Tjahjanto. Penyerahan itu dilaksanakan dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) di Kompleks Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (9/12).

Setelah menerima tongkat komando, Gatot pun langsung membawa panji bendera dan memberikannya kepada Hadi yang kini telah menjabat sebagai Panglima TNI.

Kemudian, Jenderal Gatot dan Marsekal Hadi menandatangani naskah surat serah terima jabatan Panglima TNI.

Bahkan, pantauan JawaPos.com di lokasi sejumlah pesawat tempur terbang rendah penanda resminya serah terima jabatan Panglima TNI.

Dalam amanat upacaranya, Hadi menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada negara, pemerintah dan rakyat Indonesia atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya untuk mengemban tugas dan amanah melanjutkan kepemimpinan sebagai Panglima TNI.

"Akan konsisten terhadap kebijakan TNI, tetap berjalan pada koridor kebijakan umum pembangunan, serta kekuatan pokok minimum sesuai rencana strategis TNI untuk melanjutkan program kerja yang telah dirintis oleh Jenderal TNI Gatot Nurmantyo," kata Hadi di Kompleks Mabes TNI, Jakarta Timur, Sabtu (9/12).

Hadi menuturkan, selama masa kepemimpinan Gatot sebagai Panglima TNI, institusi TNI telah dicintai rakyat. Hal ini berkat kerja keras dan profesionalisme dengan mengumandangkan bersama rakyat TNI kuat.

Pada kesempatan ini, Hadi juga menyatakan akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai potensi ancaman. Baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

"Setidaknya potensi ancaman yang perlu dicermati ke depan, antara lain tantangan dunia baru, terorisme, perang cyber, serta kerawanan keamanan di laut dan wilayah perbatasan," ungkap Hadi.

Bukan hanya itu, Hadi juga menyampaikan ancaman yang dianggap merugikan negara, seperti ilegal fishing, penyelundupan barang dan manusia, senjata dan kejahatan narkoba yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

Hadi Tjahjanto merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1986. Dirinya sempat menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan Militer. Antara lain, tahun 2010, Hadi menjabat sebagai Komandan Lapangan Udara Adi Soemarmo,

Setahun kemudian, dia menjabat tugas di luar TNI AU menjadi Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI dan Sekretaris Militer Kementerian Sekretaris Negara.

Dua tahun setelah itu, Hadi berpangkat Kolonel dan dipercaya menjadi Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional.

Kemudian Hadi juga pernah menjabat Kepala Dinas Penerangan TNI AU (2013-2015) pada Juli 2015, ditugasi menjadi Sekretariat Militer Presiden Republik Indonesia Presiden Joko Widodo dan pangkatnya naik menjadi Marsekal Muda.

Pada bulan November 2016, Hadi dilantik menjadi Irjen Kementerian Pertahanan. Tiga bulan setelah menjabat sebagai Irjen Kemenhan, Hadi terpilih menjadi Kepala Staf Angkatan Udara, pada 18 Januari 2017.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...