logo

KPK Galak ke Novanto Tapi ke Ganjar dan Yasonna Kok Tidak?

KPK Galak ke Novanto Tapi ke Ganjar dan Yasonna Kok Tidak?

DEMOKRASI - Pakar hukum Asep Iwan Iriawan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk terus mengembangkan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP dan tidak berhenti pada Setnov seorang.

Menurut Asep, KPK harus menindaklanjuti sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam korupsi yang diduga telah merugikan negara Rp2,3 triliun itu.

Asep meyakini ada pihak lain yang memiliki peran besar dalam proyek e-KTP.

“KPK jangan hanya garang terhadap Setya Novanto, tapi buka yang lain juga. Ada yang lebih gede sebenarnya,” ujar Asep saat menjadi pembicara dalam diskusi Jakarta, Sabtu (16/12).

Setidaknya, menurut Asep, nama-nama sejumlah politisi dan birokrat yang pernah muncul dalam dua surat dakwaan sebelumnya, dapat ditindaklanjuti oleh KPK.

“Misal yang sekarang sudah jadi gubernur, sebut saja Ganjar, dia sudah nyangkal, tapi KPK harus cari buktinya. Yasonna misalnya. Dengan tidak disebut namanya, bukan berarti dia tidak bisa naik status,” kata Asep.

Sebelumnya, dalam dakwaan terhadap dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Irman dan Sugiharto, setidaknya terdapat empat nama politisi PDIP yang ikut menerima sejumlah uang panas e-KTP.

Berikut adalah rinciannya

1. Olly Dondokambe menerima 1,2 juta dollar AS

2. Arif Wibowo menerima 108.000 dollar AS.

3. Ganjar Pranowo menerima 520.000 dollar AS.

4. Yasonna Laolly menerima 84.000 dollar AS.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...