logo

Kronologis Penolakan Ustaz Somad Ceramah di Bali

Kronologis Penolakan Ustaz Somad Ceramah di Bali

DEMOKRASI -  Safari  dakwah Ustaz Abdul Somad dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW di Bali, diwarnai penolakan ormas yang tergabung dalam Komponen Rakyat Bali (KRB).

Informasi yang dihimpun rilis.id, aksi penolakan tersebut berlangsung di tempat Ustaz Somad menginap, Hotel Aston, Jl Gatot Subroto Barat, Denpasar, Bali, Jumat (8/12).

Dalam video yang viral di media sosial, terlihat massa merangsek masuk ke lobi hotel setelah proses mediasi tak menghasilkan solusi, membuat jajaran Polresta Denpasar turun ke lokasi untuk menenangkan massa dan melakukan mediasi ulang.

"Peristiwa di Hotel Aston Denpasar hanya miss komunikasi. Tadi kita sudah cairkan dan sudah selesai semua," kata Kapolresta Denpasar, Kombes Hadi Purnomo.

Menurut Hadi, penolakan safari dakwah dosen Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, yang rencananya digelar Jumat hingga Minggu (8-10/12) itu, merupakan contoh dampak dari informasi hoaks di media sosial. Padahal, jelasnya, Ustaz Somad memastikan ceramahnya tentang keindahan hidup berdampingan dengan perbedaan.

"Massa terprovokasi informasi yang berkembang di media sosial terkait kiprah Ustaz Somad. Tadi Ustaz juga berjanji akan memberi ceramah yang sejuk mengenai keberagaman dan perbedaan," bebernya.

"Ini isunya menjurus SARA, semua harus menyikapi dengan bijak. Sudah clear semua, Ustad Abdul Somad dipersilakan safari dakwah di Bali," tandasnya.

Sekira pukul 19.00 WITA, Ustaz Somad pun beranjak dari hotel menuju Masjid An-Nur di Jl Diponegoro, Denpasar, untuk berdakwah. Acara dakwah yang dihadiri lebih dari seribuan umat itu disebut berjalan dengan lancar dan aman, dan akan kembali berdakwah pada hari ini, Sabtu (9/12/2017), di Baitul Rahman, Kepaon, Denpasar.

"Mungkin kamu bukan saudaraku se-aqidah, tapi kamu pasti saudaraku se-negara," kata Ustaz Somad sebelum berangkat ke lokasi dakwah.

Penolakan terhadap Ustaz Somad pada mulanya disuarakan di media sosial oleh Pinisepuh Perguruan Sandhi Murti, I Gusti Ngurah Agung Ngurah Harta dan salah satu anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Bali, Arya Wedakarna. Mereka menilai Ustaz Somad tidak mencintai NKRI karena dianggap mendukung tegaknya sistem khilafah di Indonesia.



SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...