logo

Masalah Palestina Muncul Setelah Runtuhnya Khilafah Utsmani

Masalah Palestina Muncul Setelah Runtuhnya Khilafah Utsmani

DEMOKRASI - Dai remaja, Ustadz Felix Siauw memberikan penjelasan mengenai akar masalah dalam krisis yang terjadi Palestina. Menurutnya, masalah Palestina bermula ketika Khilafah Utsmaniyah digulingkan.

“Kalau kita lihat masalah Palestina dan kalau Anda mau jujur untuk kemudian memandang masalah Palestina itu, maka masalah Palestina ini muncul ketika ketiadaan institusi perlindungan kaum muslimin yang namanya khilafah,” ujarnya kepada Kiblat.net pada Selasa (19/12/2017).

Dia kemudian mengulas balik sejarah tentang awal mula Palestina diduduki oleh Israel. Dia menyebutkan bahwa Palestina mulai dicaplok setelah runtuhnya Khilafah Utsmani.

“Maka seluruh masalah sudah dicoba. Yang belum adalah mengembalikan khilafah, institusi pelindung kaum muslimin. Lalu kemudian yang menggerakkan jihad pada seluruh orang-orang yang menzalimi Islam itulah satu-satunya solusi secara maksimal,” tuturnya.

Dia kemudian menyebutkan beberapa aksi temporer yang ideal dan dapat dilakukan masyarakat untuk sementara ini. Salah satunya adalah edukasi tentang pentingnya Baitul Maqdis.

“Ini belum ada maka yang pertama yang bisa dilakukan adalah mengedukasi tentang pentingnya Baitul Maqdis. Mengedukasi tentang pentingnya tanah Syam sebagai bagian dari peran kaum muslimin. Mengedukasi mereka tentang masalah-masalah yang sesungguhnya yang terjadi di situ,” kata Ustadz Felix.

Selanjutnya, menurut Ustadz Felix adalah boikot. “Setelah melakukan edukasi maka yang kedua kita bisa melakukan boikot. Misalnya terhadap produk-produk yang mendukung Israel dan kemudian mendukung penjajahan terhadap kaum muslimin,” katanya.

Kemudian yang terakhir adalah mengajak orang-orang untuk mengadakan sebuah proses yang nyata.

“Seperti yang kita lakukan kemarin (Aksi Bela Palestina). Melakukan tekanan-tekanan kepada lembaga-lembaga internasional walaupun kita tahu itu tidak pernah berhasil. Tapi setidaknya itu kita lakukan,” ujarnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...