logo

Megawati: Apa Artinya Menang Tapi Halalkan Segala Cara

Megawati: Apa Artinya Menang Tapi Halalkan Segala Cara

DEMOKRASI - 171 daerah, 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten akan menggelar pilkada serentak di tahun 2018. Tensi politik pun diprediksi akan memanas. Apalagi penggunaan isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dinilai akan menjadi senjata ampuh untuk menjatuhkan lawan politik.

Menanggapi hal itu, Ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengaku khawatir dengan wajah politik Indonesia belakangan ini. Pasalnya, masih banyak elite partai yang akan menggunakan isu SARA sebagai alat untuk memenangkan pemilu.

"Kita sekarang tidak punya etika politik yang beradab, tradisi yang biasanya musyawarah untuk mewujudkan kemakmuran tidak masuk lagi kepembahasan, politik hanya jadi alat untuk memperebutkan kekuasaan," kata Megawati saat mengumumkan 4 nama cagub-cawagub di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Minggu (17/12).

Menurut pandangan Mega, politik merupakan suatu penerapan dari nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan dan tradisi bermusyawarah sesuai dengan nilai leluhur bangsa. Untuk itu, dia menuntut KPU, Panwaslu dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu harus memperhatikan masalah ini.

"Politik itu bukan menang-menangan dengan segala cara. Apa artinya kemenangan, kalau dilakukan dengan menghalalkan berbagai cara," ungkapnya.

Dalam menghadapi pilkada serentak 2018, Mega mengaku sudah menginstruksikan kadernya untuk tidak ikut campur dalam isu yang dapat memecah belah bangsa. Tujuannya, agar pilkada dapat menjadi momentum kebangkitan persatuan bangsa.

"Seluruh kader tidak usah ikut-ikutan, kita adalah partai yang kokoh berdiri dengan ideologi pancasila," pungkasnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...