logo

Ngaku Diare 20 Kali Jadi Bungkam, JPU KPK: Setya Novanto Bohong

Ngaku Diare 20 Kali Jadi Bungkam, JPU KPK: Setya Novanto Bohong

DEMOKRASI - Setya Novanto bungkam ketika Hakim Pengadilan Tipikor Yanto melontarkan sejumlah pertanyaan. Ketua DPR nonaktif itu seperti tak mendengar apa yang hakim bicarakan kepadanya.

Jaksa Penuntut Umum KPK Irene Putri menegaskan bahwa Novanto dalam keadaan siap untuk menghadiri persidangan. Sebab, pihaknya dengan bantuan tiga dokter dari IDI sudah melakukan pemeriksaan sekitar pukul 08.50 WIB. Adapun sidang Tipikor berlangsung pukul 10.15 WIB.

"Kami sudah berkordinasi dengan dokter. Disampaikan kondisi terdakwa dalam keadaan sehat dan layak untuk sidang," ujarnya kepada Majelis Hakim di PN Tipikor, Jakarta, Rabu (13/12).

Irene mengatakan, Novanto tadi mengaku mengalami diare sebanyak 20 kali. Namun dari laporan pengawal di Rutan KPK, Ketua Umum Partai Golkar nonaktif itu hanya dua kali ke toilet semalam pada pukul 23.00 WIB dan dini hari 02.30 WIB.

"Terdakwa tidur cukup nyenyak pukul delapan malam," jelas Irene.

Hakim Yanto lantas kembali bertanya kepada Novanto. Namun lagi-lagi dia tidak menjawabnya. Yanto pun berkata kepada penasihat hukum Novanto bahwa berdasarkan pemeriksaan IDI, kliennya dalam keadaan sehat.

"Pertanyaan saya, apakah ini memang tidak mendengar sebenarnya atau gimana?" cetus Yanto.

Ketua Tim Kuasa Hukum Novanto, Maqdir Ismail, mengatakan bahwa sejak awal mengalami kecelakaan, ada perbedaan pandangan dengan doker dari KPK dengan dokter dari pihaknya. Dia pun sebelum persidangan meminta agar kliennya diperiksa dari rumah sakit lain bukan dari KPK. Sayangnya, mereka tidak mendapatkan respons.

Irene lantas menjawab bahwa dokter yang menangani Novanto belakangan ini berasal dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan dapat dipastikan pengalamannya di dunia medis. Akhirnya, para dokter tersebut pun dihadirkan.

Mereka menjelaskan bahwa gula darah, denyut nadi, dan tekanan darah Novanto saat diperiksa sebelum persidangan dalam kondisi yang baik. Kalaupun Novanto seketika tidak mendengar, bisa saja terjadi akan tetapi penyebabnya sangat kompleks.

Kondisi psikis bisa menyebabkan itu. Namun nyatanya Novanto masih bisa berjalan. Sebab jika memang ada pengaruh psikis, harusnya Novanto tidak bisa berjalan.

Irene lalu menegaskan bahwa Novanto dalam keadaan sehat. "Bagi kami penuntut umum, ini menunjukkan kebohongan yang dilakukan terdakwa," tegas dia.

Maqdir menyahut bahwa persoalan sakit tidak bisa ditentukan setiap orang. Dia menduga ada semacam kongkalikong antara KPK dan dokter dari IDI.

Namun Hakim Yanto mengulas pernyataan Irene bahwa dokter tersebut bukan dari rumah sakit yang sama. Dia meminta agar para dokter tersebur mengecek tekanan darah Novanto saat itu juga. Namun, Novanto langsung meminta izin untuk ke kamar kecil.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...