logo

Novanto akan Beberkan Politikus PDIP yang Diduga Terlibat KTP-el

Novanto akan Beberkan Politikus PDIP yang Diduga Terlibat KTP-el

DEMOKRASI - Firman Wijaya selaku kuasa hukum terdakwa Setya Novanto mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia datang untuk mengonfirmasi nama-nama politikus PDIP yang hilang dalam surat Novanto.

‎"Prinsipnya, siapa yang mengendalikan? Karena itu menyangkut dakwaan, semestinya teman-teman KPK yang membuktikan keterlibatan Pak Ganjar dan Pak Yasonna Laoly," kata Firman di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 15 Desember 2017.

Selain mengonfirmasi perihal hilangnya nama ketiga politikus PDIP, tim hukum Novanto juga membahas soal nota keberatan atau eksepsi yang nantinya akan dibacakan pada sidang perkara korupsi KTP-el.

Dia memastikan, semua penjelasan Novanto terkait hilangnya tiga nama itu akan dituangkan dalam surat eksepsi.

"Iya tentu (akan membahas eksepsi), hanya saya menyesalkan kenapa sistem peradilan tidak saling menghargai," ujarnya.

Maqdir Ismail yang juga kuasa hukum Novanto menyatakan timnya tengah menyusun perbandingan fakta dakwaan kliennya dengan dakwaan tiga terdakwa lainnya. Alasannya, pada dakwaan tiga terdakwa lain KPK merinci secara detail aliran dana dan nama penerima.

"Tentu kami akan buat perbandingan fakta dalam surat dakwaan. Kami berusaha menunjukkan fakta yang hilang dan fakta yang baru, padahal mereka didakwa bersama-sama," kata Maqdir.

Pada persidangan sebelumnya, tim kuasa hukum Novanto ngotot mempertanyakan hilangnya tiga nama yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menkumham Yasonna H Laoly dan Bendum PDIP Olly Dondokambey dalam dakwaan kliennya.

Dalam surat dakwaan dua mantan pejabat Kemendagri yakni Irman dan Sugiharto, Olly Dondokambey selaku Wakil Ketua Banggar DPR RI saat kasus ini bergulir disebut menerima uang korupsi KTP-el senilai USD1,2 juta, Ganjar Pranowo senilai USD520 ribu dan Yasonna H Laoly senilai USD84ribu.

Namun pada surat dakwaan Setya Novanto yang dibacakan dalam sidang kemarin, ketiga nama itu serta sejumlah politikus lainnya hanya disebut jaksa KPK 'Beberapa anggota DPR RI periode 2009-2014 sejumlah USD 12.856.000 dan Rp 44 miliar`

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...