logo

Pamerkan Diplomasi Jokowi soal Palestina, Menag Malah Disoraki

Pamerkan Diplomasi Jokowi soal Palestina, Menag Malah Disoraki

DEMOKRASI - Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menegaskan bahwa pemerintah hadir dalam memberikan solusi atas kemerdekaan Palestina. Bahkan pemerintah secara berkelanjutan berdiplomasi dengan optimal dan maksimal agar Palestina bisa merdeka.

"Untuk diketahui, bapak Presiden kita (Joko Widodo) langsung menyampaikan bahwa beliau mengomunikasikan dan melakukan hubungan komunikasi telepon dengan beberapa negara di OKI," kata Lukman saat aksi Bela Palestina di Lapangan Silang Monas, Gambir, Minggu (17/12/2017).

Namun, sesaat setelah Lukman mengucapkan itu, seluruh peserta langsung meneriakinya. Mereka tampak tak suka dengan langkah Jokowi itu.

Lukman melanjutkan, Presiden Jokowi berbeda dengan negara di Timur Tengah. Dia satu satunya pemimpin yang hadir dalam forum membahas soal Palestina itu.

"Dari sedikit kepala negara, beliau menyampaikan bahwa kebijakan Amerika yang memberikan pengakuan sepihak soal Ibu Kota Yerusalem itu sesuatu yang tak ada sama sekali," kata dia.

"Bahkan, setiap negara yang ada di OKI, diminta untuk tak mengakui klaim sepihak itu dan kembali pada kesepatakan awal resolusi tahun 1967 bahwa Ibu Kota Palestina adalah Yerusalem Timur," tutur dia seraya disoraki ribuan massa.

Lukman menegaskan, Jokowi juga meminta agar semua negara tak mengakui klaim Trump tersebut. "Dan Alhmadullilah diikuti oleh negara lain," tambahnya.

Dia menegaskan bahwa Indonesia konsisten membela Palestina. "Bahkan bapak Presiden menegaskan setiap tarikan nafas Palestina harus diperjuangkan," ungkapnya sambil disoraki dan diminta turun dari panggung oleh massa.

Setelah berbicara diatas panggung, Lukman langsung tutun dan bergegas untuk jalan keluar. Dia dikawal ribuan anggota FPI seraya menolak diajak wawancara beberapa awak media.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...