logo

Pengacara Pertanyakan Soal Hilangnya Nama Politikus PDIP di Dakwaan Setnov

Pengacara Pertanyakan Soal Hilangnya Nama Politikus PDIP di Dakwaan Setnov

DEMOKRASI - Sejumlah nama politikus menghilang dalam surat dakwaan Setya Novanto yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (13/12). Di antara nama-nama politikus yang hilang itu yakni, Ganjar Pranowo, Olly Dondokambey, hingga Yasonna Laoly.

Kuasa Hukum Setya Novanto yaitu Maqdir Ismail pun mempermasalahkan hal tersebut.

“Nah itu sebenarnya apa yang terjadi, negosiasi apa yang dilakukan oleh KPK,” ujarnya bertanya-tanya usai mendengarkan sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (13/12).

“Saya tidak melihat partai tetapi, saya melihat personal orang. Didakwaan yang lain disebutkan menerima uang tiba-tiba disini raib, ada apa gitu lho yah ini,” sambung Maqdir.

Hal tersebut, kata Maqdir, akan didalami dan dimasukan ke dalam nota keberatan alias eksepsi. Karena itulah ia meminta agar majelis hakim memberikan waktu dua minggu untuk menyusun eksepsi.

“Dalam pembicaraan singkat kami akan mengajukan eksepsi, kami akan meminta waktu yang cukup panjang ya, kalau boleh dua minggu karena satu hal yang akan akmi sampaikan begitu banyaknya fakta yang berbeda yang kami dengar dari dakwaan ini dari dua dakwaan yang lalu, ada juga penambahan fakta dan nama terdakwa sehingga kami butuh waktu untuk menyusun eksepsi,” kata Maqdir.

“Karena bagaimanapun juga, ini kan didakwa secara bersama-sama dan disetujui, pemahaman kami, kalau split sync itu hanya perbedaaan pada nama orang, tapi fakta tidak,” katanya.

Meski begitu, Majelis Hakim tidak memenuhi permintaan Kuasa Hukum Setnov.

“Kami kasih waktu satu minggu, satu minggu dulu, kalau itu tidak selesai, maka bisa kita lihat nanti. Karena lazimnya memang pemberian waktu hanya satu minggu,” kata Hakim Yanto.

Hal tersebut pun kemudian disepakati oleh KPK maupun oleh tim Kuasa Hukum Setnov.

“Dengan demikian, sidang atas nama terdakwa Setya Novanto ditunda dan dimulai kembali pada Rabu tanggal 20 Desember 2017, dengan agenda eksepsi dari terdakwa, sidang kami nyatakan ditutup,” tutup Yanto.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...