logo

Pengamat sebut jika pergantian Panglima saat Gatot pensiun akan ganggu Pilkada

Pengamat sebut jika pergantian Panglima saat Gatot pensiun akan ganggu Pilkada

DEMOKRASI -  Pergantian Panglima TNI yang dilakukan Presiden Joko Widodo dinilai tepat oleh Pengamat Militer Connie Rahakudini Bakrie. Dia menilai Jokowi tepat memilih Marsekal Hadi Tjahjanto dibandingkan dua Kepala Staf lainnya yang akan memasuki masa pensiun lebih cepat dibandingkan Hadi Tjahjanto.

"Justru momentum yang dipilih untuk ganti panglima justru sangat tepat," kata Connie saat diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (9/12).

Connie menilai jika pergantian dilakukan pada masa pensiun Jenderal Gatot Nurmantyo, Maret 2018 dikhawatirkan akan mengganggu proses jelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Terlebih, kata dia jika dilakukan pergantian pada proses pemilihan Panglima TNI sulit untuk disetujui oleh DPR RI sehingga akan memperlambat waktu pergantian.

"Jadi selama tahun Pilkada akan terjadi proses di tengah-tengah itu, nah kenapa ini dilakukan sekarang, supaya lebih cepat," ungkap Connie.

Kemudian, Connie juga menjelaskan pergantian Panglima TNI membuat masyarakat sipil bersatu. Lantaran ketika uji kelayakan dan kepatutan tidak ada perdebatan dan hambatan untuk memilih Hadi.

"Berarti ada sesuatu yang membuat kohesi masyarakat sipil bersatu untuk menunjang pergantian panglima. Tahun ini semua solid," ungkap Connie.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...