logo

Pernah Foto Bareng KH Said Aqil, Benarkah Abu Janda Warga Nahdliyin? Penjelasan NU Ini Bikin Kaget

Pernah Foto Bareng KH Said Aqil, Benarkah Abu Janda Warga Nahdliyin? Penjelasan NU Ini Bikin Kaget

DEMOKRASI - Permadi Arya atau Abu Janda Al-Boliwudi pernah menyatakan jika dirinya adalah warga Nahdliyin.

Untuk menguatkan hal itu ia pernah mengunggah fotonya bersama Ketua PBNU, Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj.

Selain mengaku sebagai warga NU, Abu Janda juga mengaku penganut dan alumni pesantren Tarekat Nasabandiyah.

Ia bahkan menyebut dirinya merupakan murid dari H Teuku Muhammad Husin (ulama Aceh).
Fotonya saat nyantri tahun 1999 pun ia unggah sebagai penguat.

Benarkah?

Pertanyaan soal apakah Abu Janda NU atau bukan ternyata sudah pernah muncul di situs resmi NU Januari 2017 lalu.

Saat itu banyak yang menghubungkan Abu Janda dengan Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Namun Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser Alfa Isnaeni, membantah hal tersebut.

Alfa Isnaeni menegaskan jika kader Ansor dan Banser tidak ada yang berwatak demikian.

Hal itu setelah Alfa menugaskan kader untuk melacak siapa sebenarnya yang membuat akun Abu Janda tersebut.

“Dengan nama akun yang tidak jelas, kita mesti berhati-hati dengan akun model Abu Janda ini. Selain tidak jelas profilnya, kita masih meraba motif dan kepentingannya apa,” ujar Alfa saat itu.

Persoalkan Hadist, Abu Janda di-Skakmat Mahfud MD

Permadi Arya alias Abu Janda kembali jadi perbincangan saat tampil dalam ILC TV One Selasa (5/12/2017).

Abu janda sempat telibat perdebatan sengit dengan ustadz Felix Siuaw.

Salah satu yang dikritik Abu Janda yang memiliki n350 fpengikut di facebook ini adalah tentang hadist.

“Hadits itu kan baru ada 200 tahun setelah Nabi wafat,” kata Abu Janda.

Pakar Hukum Tata Negara yang juga tokoh NU Mahfud MD menyemprot Abu Janda gara-gara pernyataannya itu.

“Ketika Saudara Felix membaca beberapa hadits, lalu dia (Abu Janda, red) membantah mengatakan bahwa ‘hadits itu kan ada 200 tahun sesudah Nabi wafat’. Wah ini sangat bertentangan. Pandangan ini sangat bertentangan dengan tradisi NU,” kata Mahfud MD.

“Justru NU mengembangkan hadits itu dan tahu bahwa hadits itu memang ditulis dan diteliti secara resmi dalam ilmu mustholah hadits. Itu tahu orang NU. Orang pesantren tahu bahwa hadits itu dihimpun 200 tahun sesudah Nabi wafat tapi di pesantren, ini dipercaya. Karena apa? Karena setelah diteliti hadits itu ada tingkatannya,” lanjut mantan ketua MK itu.

Selain Mahfud, Abu Janda juga diskakmat Felix Siauw.

Felix Siauw menyatakan bahwa ia telah ke Museum Turki 15 kali dan di sana tidak ada bendera Rasulullah sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Janda.

“Saya nggak tahu Abu Janda sudah ke sana atau belum,” kata Ustadz Felix Siauw.

Ustadz Felix Siauw juga menjelaskan bahwa bendera yang disebut Abu Janda sebagai bendera Rasulullah itu adalah bendera Turki Utsmani.

“Berarti itu adalah sebuah kebohongan publik,” kata Felix.

Siap sebenarnya Abu Janda ini?

Berikut fakta-faktanya yang dirangkum Tribun Timur.com dari berbagai sumber:

1. Aktif di sosmed

Abu Janda cukup populer di facebook.

Ia memiliki fan page dengan nama Ustad Abu Janda Al-Boliwudi.

Di halaman ini dia memiliki lebih dari 350 ribu pengikut.

Nama lainnya adalah Permadi Arya.

Nama ini pula yang ia pakai untuk akun Google plus yang terkoneksi ke channel youtube miliknya.

Kata al-Boliwudi yang ia sematkan pada nama mayanya merujuk pada video perdananya.

2. Bukan Ustadz

Di akun media sosialnya Abu Janda sering mengutip ayat-ayat dan hadis.

Tak heran banyak orang menyangka kalau ia benar-benar seorang ustadz atau tokoh agama.

Apalagi ia secara gamblang menulis kata ‘ustad’ di depan namanya dan semua pengunjung ia sebut sebagai santri.

Namun saat tampil di ILC ia menyatakan dirinya bukan ustadz.

3. Selalu Menyuarakan Anti-Teroris

Kebanyakan postingannya di akun Ustad Abu Janda Al-Boliwudi ia konsisten menolak dan bahkan menyerang paham-paham teroris.

Ia merespon berbagai upaya yang dianggap menghambat usaha pemberantasan teroris di Indonesia.

4. Mengaku NU

Karena postingannya yang kerap dianggap melecehkan Islam, Abu janda sering disebut non-muslim atau atheis.

Karena tak tahan dibully pernah menegaskan dirinya adalah 100% Islam.

Bahkan Abu Janda juga mengaku sebagai warga Nahdatul Ulama (NU).

Untuk menguatkan hal itu ia pernah mengunggah fotonya bersama Ketua PBNU, Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj.

5. Mengaku Alumni Pesantren Tharikat

Selain mengaku sebagai warga NU, Permadi Arya alias Abu Janda juga mengaku penganut dan alumni pesantren Tarekat Nasabandiyah.

Ia bahkan menybut dirinya merupakan murid dari H. Teuku Muhammad Husin (ulama Aceh).

Fotonya saat nyantri tahun 1999 pun ia unggah sebagai penguat.

6. Bela Ahok di Pilgub DKI

Saat Pilkada DKI Jakarta Abu Janda termasuk buzzeer yang diperhitungkan.

Awalnya Abu Janda hanya berusaha membela Ahok dari serangan berbagai pihak terkait tuduhan penistaan agama.

Namun lama kelamaan Abu janda menjadi pendukung Ahok.

Hal itu tergambar dari berbagai postingannya.

7. Kaskukers?

Lewat tulisan berjudul ‘Siapakah Permadi Arya Abu Janda Al-Boliwudi’ di situs hiraeth.my.id, diungkap jika Permadi Arya alis Abu Janda adalah seorang Kaskukers.

“Salah satu link mengarah pada profil kaskuser bernama Seraffff, UserID: 43984. Member since: 2-7-2004. Total posts: 1,032. Di bawahnya terdapat bio dengan isi Sigillum Militum Xpisti. Dan ketika kita membuka link Google+ yang membawa kita pada salah satu post di akun Permadi Arya kita menemukan postinga fotonya sedang mengenakan replika seragam pasukan perang salib dengan teks yang sama Sigillum Militum Xpisti,” demikian tercantum dalam situs ini.

Namun hal ini belum diklarifikasi Permadi Arya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...