logo

Pertama Kalinya Dalam Sejarah, Elektabilitas Golkar Disalip Gerindra

Pertama Kalinya Dalam Sejarah, Elektabilitas Golkar Disalip Gerindra

DEMOKRASI - Rentetan kasus yang menjerat Setya Novanto membawa dampak cukup besar terhadap Golkar.

Sejak Novanto ditetapkan sebagai tersangka, elektabilitas Beringin turun drastis. Bahkan untuk pertama kalinya dalam sejarah, Golkar disalip Gerindra.

Hal tersebut terungkap dalam hasil survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Kamis (14/12).

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Ardian Sopa mengatakan, elektabilitas Golkar biasanya selalu bersaing dengan PDI Perjuangan.

"Kalau gak posisi pertama, minimal kedua," ujar ujar Ardian saat konfrensi pers di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Kamis (14/12).

Sementara sekarang, lanjut Ardian, justru terjadi anomali,"PDIP elektabilitasnya 24,2 persen, Partai Gerindra 13,0 persen, dan Partai Golkar sebesar 11,6 persen,".

Menurut Ardian, dari riset yang dilakukannya pada Mei 2017, elektabilitas Golkar berada di angka 13,5 persen, Juni sebesar 12,7 persen, Agustus 11,6 persen, dan November 13,6 persen.

"Novemeber ini bisa jadi momen buruk bagi Partai Golkar, karena Setya Novanto kembali ditetapkan tersangka," jelas dia.

"Jadi setelah Setya Novanto tersagka KPK kedua kali, elektabilitas Golkar 11,6 persen,"

katanya.

Survei sendiri dilakukan pada tanggal 1-14 November 2017 di seluruh Indonesia.
Sigi menggunakan metode wawancara tatap muka terhadap 1200 responden.

Responden dipilih secara acak alias multistage random smpaling dengan margin of error lebih kurang 2,9 persen.

Berikut ini elektabilitas partai di Indonesia berdasarkan rili Survei LSI.

1. PDIP 24,2 persen
2. Partai Gerindra 13,0 persen
3. Partai Golkar 11,6 persen
4. Partai Demokrat 5,9 persen
5. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 5,2 persen
6. Partai Nasional Demokrat (Nasdem) 4,0 persen
7. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 3,9 persen
8. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 3,2 persen
9. Partai Persatuan Indonesia (Perindo) 2,3 persen
10. Partai Amanat Nasional (PAN) 1,9 persen
11. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 0,9 persen
12. Partai Bulan Bintang (PBB) 0,4 persen
13. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 0,3 persen
14. Partai Islam Damai dan Aman (Idaman) 0,0 persen, dan
15. Tidak memilih 22,6 persen.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...