logo

Politisi PDIP Hilang dalam Dakwaan, Pemuda Muhammadiyah: Jangan Curigai KPK, Tapi...

Politisi PDIP Hilang dalam Dakwaan, Pemuda Muhammadiyah: Jangan Curigai KPK, Tapi...

DEMOKRASI - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Simanjuntak meminta agar masyarakat tidak mencurigai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena hilangnya tiga nama politisi PDIP dalam surat dakwaan terhadap Setya Novanto.

Ketiga nama itu adalah Menkumham Yasonna H Laolly, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

"Jadi saya berbaik sangka bahwasanya betul dakwaan itu fokus pada Setya Novanto, sedangkan nama yang terkait tiga nama itu pada klasterisasi dakwaan yang lain," kata Dahnil saat dihubungi rilis.id di Jakarta, Jum'at (15/12/2017)

Namun, Dahnil mengajak agar publik terus mengawasi lembaga antirasuah mengusut ketiga nama tersebut. Mengingat, ketiga nama itu sudah ada pada  surat dakwaan  terdakwa sebelumnya.

"Kita awasi terus karena terang kan nama-nama itu sejak awal sudah disebut, jangan sampai kemudian berhenti di Setya Novanto itu catatan penting yang harus diawasi oleh publik," kata Dahnil.

Di sisi lain, Dahnil juga mengingatkan agar KPK tidak bermain mata dalam kasus tersebut. "Kalau sampai kemudian KPK melakukan kanalisasi terhadap kasus itu pada orang tertentu kemudian tidak masuk pada tersangka lain atau yang diduga terlibat, saya pikir KPK tidak bisa main-main karena publik pasti mengawasi karena di awal sudah menyebutkan (tiga nama), kira-kira begitu," paparnya.

"Misalnya, Andi Naragong itu kan terkait langsung dengan dia membagi-bagikan ke anggota dewan itu mungkin Setnov ini tidak terkait dengan pembagian secara langsung," bebernya.

Dahnil menyarankan agar kasus tersebut tidak hilang begitu saja, maka pengawasan publik ke lembaga antirasuah untuk menuntaskan kasus e-KTP ini, kontrol harus lebih masif.

"Kuncinya adalah awasi terus kalau ada kanalisasi tentu publik akan tidak percaya dengan KPK intinya adalah awasi terus jangan sampai ada kanalisasi," tandas dia.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...