logo

Presiden Jokowi Disarankan Gunakan Aplikasi Medsos Karya Anak Bangsa di 2018

Presiden Jokowi Disarankan Gunakan Aplikasi Medsos Karya Anak Bangsa di 2018

DEMOKRASI - Direktur Eksekutif Komunikonten Hariqo Wibawa Satria menyarankan, Presiden Joko Widodo sebaiknya memprioritaskan aplikasi media sosial (medsos) karya anak bangsa. Pasalnya, pilihan utama pengguna medsos di Indonesia masih bertumpu pada aplikasi luar negeri.

Sementara, Harico memprediksi, di tahun baru 2018 nanti sudah ada media sosial karya anak bangsa sendiri yang mampu bersaing dan merebut pasar Indonesia, Asia bahkan dunia. Promosi karya anak bangsa ini, perlu dilakukan Presiden Jokowi, karena hal ini juga pernah dilakukan saat mempromosikan mobil Esemka.

"2018 kita harus bangkit, sudah banyak media sosial lokal karya anak bangsa, tinggal diseleksi mana yang paling potensial untuk dikembangkan, kemudian mengarahkan investor lokal untuk berinvestasi," ujar Hariqo melalui siaran persnya di Jakarta, Minggu (31/12/2017).

Hariqo menyebutkan, di internet itu sekurangnya ada dua tingkatan, pengusaha media sosial dan pengguna media sosial. Sehingga menjadi penting para pemimpin bangsa berani menggunakan dan mempromosikan dulu.

Meski diakuinya ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap media sosial asing cukup tinggi. Media sosial karya bangsa lain tidak saja memudahkan urusan masyarakat, namun juga telah memberikan penghasilan kepada masyarakat Indonesia, seperti yang sudah diperoleh para youtuber, dan lain-lain.

"Karenanya media sosial karya anak bangsa juga harus berkualitas, untuk menuju kesitu perlu kolaborasi, karena isu di media sosial bukan semata soal keamanan dan kreativitas, namun juga gotong royong," katanya.

Ia menambahkan, kreativitas harus dilawan kreativitas. "Nah, tugas selanjutnya adalah mampukah kita membuat medsos seperti Facebook, perlu anak muda yang didukung semua, sebagaimana pemerintah Amerika mendukung Facebook, Instagram, Google, Youtube, dan medsos karya anak Amerika lainnya. Atau selamanya bangsa kita menjadi pengguna medsos karya orang lain," imbuhnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...