logo

Tonny Budiono Mengaku Uang Korupsi Mengalir ke Paspampres Jokowi

Tonny Budiono Mengaku Uang Korupsi Mengalir ke Paspampres Jokowi

DEMOKRASI - Tersangka korupsi di Direktorat Jendral Perhubungan Laut (Hubla), Antonius Tonny Budiono mengaku sempat memberikan uang kepada Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) sejumlah Rp100 hingga Rp150 juta. Mantan Dirjen Hubla itu mengakui uang tersebut diberikan ke Paspampres melalui Direktur Kepelabuhan dan Pengerukan Ditjen Hubla, Mauritz H M Sibarani.

“Ini yang saya katakan tadi ada kegiatan yang tidak ada operasionalnya, termasuk Paspamres. Setiap peresmian oleh Presiden, harus didampingi Paspamres dan kita berkewajiban menyediakan dana operasional untuk Paspamres,” ujar Tonny di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Menanggapi hal ini, Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman kaget dengan pengakuan tersebut. Bahkan, ia menyebut ucapan Tonny Budiono seperti petir di siang bolong.

“Pengakuan yang keluar dari mulut pesakitan ini bak petir di siang bolong, luar biasa duit bancakan hasil rampok dari negara ternyata bukan hanya mengalir ke pejabat di Kemenhub tetapi sekelas Paspampres nyatanya diam-diam ikut mencicipi,” ujarnya dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Selasa (19/12/2017).

“Kita ketahui Paspampres biarpun bahasa kasarnya hanya pengawal, namun bukan pengawal sembarangan mereka ini orang yang paling dekat dengan Presiden Jokowi,” sambungnya.

Hal ini, kata dia, membuktikan bagaimana uang hasil korupsi bisa mengalir kemana saja, bukan hanya ke kiri atau ke kanan “orang terdekat”. Tetapi bisa juga mengalir deras ke atas. Maka, ia menegaskan hal ini menjadi tamparan keras bagi Jokowi.

“Fakta ini juga menjadi tamparan keras bagi orang nomor satu di Negeri ini. Image yang selama ini dibangun Jokowi tentang dirinya yang bersih dan anti dengan korupsi tercoreng dengan kelakuan pengawal kepercayaannya,” ujarnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...