logo

Usai Kalah Telak, Amerika Kebanjiran Sindiran

Usai Kalah Telak, Amerika Kebanjiran Sindiran

DEMOKRASI - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan, lolosnya resolusi  Dewan Keamanan (DK) Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), menjadi kemenangan bagi bangsanya. Hal tersebut, dipicu besarnya dukungan dari negara-negara PBB kepada Palestina.

Diketahui, Amerika Serikat (AS) menerima kekalahan telak, setelah 128 negara mendukung resolusi DK PBB, yang berisi penolakan terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump, terkait status Yerusalem.

"Keputusan itu, semakin menegaskan bahwa dunia internasional mendukung adanya keadilan di Palestina. Tidak satu pun keputusan yang dibuat pihak tertentu (AS), akan mengubah kenyataan bahwa berdasarkan hukum internasional, (status) Yerusalem adalah wilayah yang dijajah," ucap Abu Rudeina, Juru Bicara Presiden Abbas, Kamis (21/12).

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, bergembira dengan dukungan negara-negara PBB terhadap Palestina dan menyitir Trump dengan mengatakan, "kehormatan dan kedaulatan tidak dapat dijual," tulisnya di Twitter.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menanggapi hasil voting tersebut dengan memberi pesan kepada Presiden AS, "Mr Trump, anda tidak dapat membeli kehendak Turki, dengan dolar. Mereka (AS), mencari negara-negara yang dapat dibeli dengan dolar," ucapnya.

Duta Besar Venezuela untuk PBB Samuel Moncada Acosta, menegaskan hal senada dalam sidang itu, "(Keputusan) dunia tidak dapat dibeli. Ancaman anda sangat membahayakan perdamaian global," tegasnya menyinggung keputusan Trump soal Yerusalem.

Pengamat Timur Tengah Marwan Bishara melihat, hasil voting kemarin sebagai, "aib besar di muka AS".

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu merespons, hasil voting tersebut dengan menyebutnya sebagai "pertunjukan yang absurd". Sebelumnya, ia bahkan menuding PBB sebagai "organisasi yang penuh kebohongan".

Namun di sisi lain, Netanyahu pun berharap, agar organisasi yang menampung aspirasi negara-negara di dunia itu, mau mendukung keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...