logo

3 Penjelasan Kadindik Jatim Ini Bongkar Hoax Bantuan Ahok untuk Siswa SMAN 30 Lamongan

3 Penjelasan Kadindik Jatim Ini Bongkar Hoax Bantuan Ahok untuk Siswa SMAN 30 Lamongan

DEMOKRASI - Meskipun masih menjalani hukuman kasus penistaan agama, masih saja ada upaya-upaya yang dinilai menaikkan citra Ahok.

Salah satunya, disuarakan melalui media. Bahwa Ahok mendapat surat dari siswi SMAN 30 Lamongan yang ijazahnya tertahan lantaran belum melunasi tunggakan sekolah.

Berita-berita itu bersumber dari pengakuan staf pribadi Ahok, Natanael Oppusunggu, yang disebarkan melalui akun Facebook.

“Catatan akhir tahun untuk Ahok : Ahok yang saya kenal lebih dari 20 tahun lamanya, sampai saat ini masih tidak berubah sedikit pun, beliau memiliki kasih, hati/melayani dan mau berbagi ke sesama.
Ada seorang siswa dr SMAN 30 lamongan menulis surat ke Ahok sebab keluarganya tidak mampu mengambil ijazah nya, karena masih tunggakan sekolah yg belum dilunasi, Ahok tidak kenal dengan anak ini, anak ini berasal dari mana pun Ahok tidak pernah tau dan tidak ada hubungan dari manapun dgn anak ini. Tapi ini lah Ahok masih seperti dahulu tidak berubah, Ahok masih mau membuang waktu untuk membalas surat orang yg tidak di kenal dan meminta bantuan,” tulis Natanael di akun Facebook pribadinya, Rabu (27/12/2017) lalu.

“Ahok membalas surat siswa tsb dan meminta untuk menghubungi saya dan mengatakan saya akan membantu untuk menebus ijazah nya. Dalam posisi beliau terpenjara spt ini saja Hati beliau masih tetap terjaga, Ahok masih mau berbagi kebahagian tidak pandang suku dan agamanya apa .... Ahok tetap Ahok, tidak ada yg berubah. Saya angkat 4 jempol, 2 dr jari tangan dan2 dr jempol kaki #LuarBiasaAhok,” lanjutnya.

Benarkan cerita itu? Ternyata, di Lamongan tidak ada SMAN 30. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rachman.

“Pagi ini saya banyak menerima pengaduan soal siswa SMAN Lamongan yang ditulis dalam berita itu SMAN 30 Lamongan meminta bantuan ke @basuki_btp bantuan. Saya pastikan bahwa di jatim khususnya di Lamongan tidak ada SMAN 30 Lamongan @AzzamIzzulhaq,” tandas Saiful melalui akun Twitter pribadinya, @saifulrachman32, Ahad (30/12/2017).



Lebih jauh, ia juga menjelaskan bahwa saat ini sedang masa liburan dan belum UNBK. Selain itu, di Jawa Timur tidak ada biaya pengambilan ijazah dan seluruh warga miskin dibebaskan dari segala pungutan.

“Mengakhiri penjelasan saya. Saya tegaskan kembali 1. di Jatim tidak ada SMAN 30 Lamongan. 2. Pengambilan ijazah tidak dipungut biaya. 3. Siswa miskin mendapat bantuan Pemprov Jatim. Saya mohon @basuki_btp untuk klarifikasi kebenaran surat itu ke @dindik_jatim @AzzamIzzulhaq,” tandasnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...