Breaking

logo

Selasa, 23 Januari 2018

Aksi Koboi Oknum Brimob Main Tembak di Bogor Bikin Elektabilitas Mantan Polisi di Pilkada Terancam

Aksi Koboi Oknum Brimob Main Tembak di Bogor Bikin Elektabilitas Mantan Polisi di Pilkada Terancam


DEMOKRASI - Aksi ala koboi oknum anggota Brimob di Bogor dinilai dapat mengancam elektabilitas sejumlah mantan anggota Polri di ajang Pilkada serentak di berbagai tahun 2018 ini.

Ketua Presidium Indonesian Police Watch, Neta S Pane, mengatakan, polisi mesti secepatnya mengambil langkah pemecatan.

"Sebab tindakannya menembak mati anggota Partai Gerindra sudah mencoreng citra Polri dan Korps Brimob," kata Neta dalam keterangan pers tertulisnya, Senin (22/1/2018) pagi.

Neta menilai tindakan Brimob koboi itu bisa mengganggu kepercayaan publik maupun elektabilitas 10 anggota Polri yang akan mengikuti Pilkada Serentak 2018.

Apalagi dalam pilkada itu mantan Dankor Brimob ikut serta dalam Pilkada di Maluku.

Untuk itu Polri harus mengusut tuntas kasus Brimob koboi di Bogor. Pelaku harus dihukum berat dan dipecat dari kepolisian.

Jika melihat kronologis kasus penembakan tersebut, kata Neta, jelas latar belakangnya adalah sikap arogansi aparatur keamanan.

Ada tiga pertanyaan di balik kasus penembakan itu. Pertama, dari mana anggota Brimob tersebut mendapat senjata api karena senjata api yg digunakan untuk menembak korban sepertinya bukan senjata organik Korps Brimob.

Kedua, dari mana anggota Brimob itu bisa mendapatkan motor gede sehingga dia bisa bersikap begitu arogan dan semena mena dengan anggota masyarakat.

Ketiga, kasus penembakan ini menunjukkan betapa lemahnya pengawasan terhadap anggota Korps Brimob oleh atasan dan institusinya, sehingga seorang anggotanya bisa bebas gentayangan malam hari dengan membawa senjata api.

"Sikap semau gue anggota Brimob itu menunjukkan bahwa ada masalah serius di lembaga elit kepolisian tersebut," tegas Neta S Pane.

Salah satunya atasannya cenderung kelihatan tidak punya wibawa dan tidak mampu mengawasi sikap prilaku anak buahnya.

Kasus penembakan ini tentu sangat mencoreng Korps Brimob dan bisa berpengaruh serius pada mantan Dankor Brimob yang akan mengikuti pilkada di Maluku.

"Bagaimana pun ini akan membuat masyarakat takut jika bertemu dan berurusan dengan anggota Brimob," ucap Neta.

Untuk itu Polri hrs mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas atasannya yg ceroboh mengawasi anak buahnya.

Partai Gerindra juga harus terus mengawasi kasus ini agar diusut tuntas dan agar tdk terulang lagi. "Selain itu Korps Brimob perlu meminta maaf kepada publik atas kasus ini," ujar Neta.

SUMBER © DEMOKRASI.CO