Diminta Mahar Rp170 M, La Nyalla Pilih “Tutup Buku” dengan Prabowo


DEMOKRASI - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mattalitti menegaskan bahwa ia tidak akan kembali bernaung di Partai Gerindra. Hal ini disebabkan oleh adanya mahar Rp 170 Miliar yang disyaratkan partai tersebut dalam majunya La Nyala sebagai Calon Gubernur Jawa Timur.

Tidak hanya itu, ia juga meyakini jika langkahnya akan diikuti oleh kader-kader Gerindra lainnya di Jawa Timur.

“Ada yang tanya apa saya masih mau di Gerindra? Tidak, saya tidak akan mau lagi di Gerindra. Saya yakin anak buah dan kader saya masih loyal sama La Nyalla,” ungkapnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (11/1).

Sebelumnya, La Nyalla tercatat sebagai kader Gerindra sejak 2009 lalu. Selain itu, ia juga sempat menjadi anggota tim sukses Prabowo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 dan 2014 lalu.

Di samping hengkang dari Gerindra, La Nyalla pun menyatakan jika dirinya tidak akan lagi mendukung Prabowo dalam Pilpres 2019 mendatang.

“Mohon maaf, saya ini orang bego kalau masih mendukung pak Prabowo Subianto. Karena saya sudah berjuang habis-habisan di 2009 dan 2014,” jelasnya.

Ia mengatakan, dalam dua edisi Pilpres sebelumnya, dukungannya terhadap Prabowo sangatlah total. Bahkan La Nyalla mengaku telah mengeluarkan uang yang tidak sedikit dalam rangka memenangkan Prabowo dalam Pilpres 2009 dan 2014.

“Balasannya malah saya disia-siakan. Kalau saya sudah disia-siakan, berarti dia tidak mau dengan saya, saya pun tidak akan nyambung lagi sama dia.
dan saya yakin seluruh kader saya di Jawa timur tidak akan lagi mendukung Prabowo Subianto,” bebernya.

“Saya sudah tutup begitu saja, dan ini sudah selesai,” tutup mantan Ketua PSSI ini.

SUMBER © DEMOKRASI.CO

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mattalitti menegaskan bahwa ia tidak akan kembali bernaung di Partai Gerindra. Hal ini disebabkan oleh adanya mahar Rp 170 Miliar yang disyaratkan partai tersebut dalam majunya La Nyala sebagai Calon Gubernur Jawa Timur.