logo

Disebut Bukan Orang Sunda Asli, Demiz Rubah Penampilan

Disebut Bukan Orang Sunda Asli, Demiz Rubah Penampilan

DEMOKRASI - Ada yang berubah dalam penampilan keseharian Deddy Mizwar yang biasanya menggunakan pakaian yang identik dengan seorang muslim, atau menggunakan baju kemeja berwarna putih.

Kali ini penampilan Deddy alias Demiz mulai lebih menggunakan pakaian adat Sunda, yang biasanya dikenakan kaum rakyat biasa. Pakaian ini biasanya berwarna hitam, dengan celana komprang atau disebut juga “Calana Pangsi” dan dilengkapi dengan Baju Salontreng dan dilengkapi dengan Sarung Poleng, beserta ikat kepala yang biasa disebut Ikat Logen dengan model Hanjuang Nangtung atau Barangbang Semplak, lalu dilengkapi dengan sendal terompah atau kayu.

Baju adat sunda ini biasanya ditemukan di salah satu tokoh masyarakat Sunda yang sangat terkenal, Kabayan yang dianggap mewakili rakyat jelata, dan juga mewakili kaum buruh tani atau buruh perkebunan.

Demiz yang kelahiran Jakarta 5 maret 1955 memiliki darah Betawi bercampur dengan Bugis dan juga Belanda. Karenanya tidak mengherankan jika muncul beberapa kalimat yang mengatakan jika Demiz bukanlah orang Sunda asli.

Karenanya hal itu menjadi salah satu pemicu buat Demiz untuk menunjukkan dirinya adalah bagian dari masyarakat suku Sunda, dan wakil Demiz, Dedi Mulyadi dikenal selama ini sebagai salah satu penganut kuat kebudayaan Sunda yang juga menjadi salah satu pendukung adanya Islam Nusantara.

Islam Nusantara bagi Dedi Mulyadi adalah sebuah keharusan karena muncul dari akal budi, karenanya tidaklah mengherenkan jika dalam keseharian Dedi lebih banyak menggunakan simbol adat dalam pakaian kesehariannya. Bahkan selama kepemimpinannya sebagai Bupati Purwakarta, Dedi lebih sering disebut sebagai Bupati Patung oleh netizen, karena hampir setiap sudut kota Purwakarta banyak dibangun patung terutama yang berornamen Bali.

SUMBER