Breaking

logo

Minggu, 28 Januari 2018

FPI Sebut Provokasi Pihak Ini Penyebab Penganiayaan Pada KH Umar Basri

FPI Sebut Provokasi Pihak Ini Penyebab Penganiayaan Pada KH Umar Basri

DEMOKRASI - Penganiayaan terhadap KH Umar Basri pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hidayah masih terus didalami. Hingga saat ini belum jelas motif pelaku melakukan kekerasan ini. Tindakan melawan hukum ini pun telah memancing berbagai macam pendapat dari banyak pihak.

Sekretaris Jendral (Sekjen) Front Pembela Islam (FPI) Novel Bamukmin pun turut mengeluarkan pendapatnya. Dirinya sangat mengutuk kekerasan ini. Novel menduga upaya seperti ini merupakan cara untuk membungkam ulama menyebarkan dakwahnya.

"Ini zaman pembungkaman ulama," ungkap Novel kepada JawaPos.com, Minggu (28/1).

Novel juga menilai tindakan penganiayaan ini merupakan kriminalisasi terhadap ulama. Ia menduga oknum penegak hukum menjadi penyebab utama dibalik penganiayaan kepada sesepuh Ponpes Al Hidayah. Menurutnya ada kepentingan terselubung dari oknum tersebut sehingga melakukan kekerasaan ini guna memuluskan misinya.

"Provokatornya justru pihak oknum para penegak hukum yang seharusnya melindungi dan menegakan hukum, malah ikut-ikutan terjun kepolitik terselubung yang akhirnya mengkriminalisasi ulama," lanjut Novel.

Novel menganggap sejauh ini para penegak hukum tidak berpihak membela ulama. Opini ini kemudian memicu timbulnya aksi-aksi kriminalisasi terhadap ulama.

Oknum pengeroyokan ini juga diduga tidak senang melihat kedekatan antara ulama dan rakyat. Sehingga melakukan berbagai upaya guna memecah belah masyarakat. Situasi ini kemudian dimanfaatkan oleh pembenci ulama guna mencerai-beraikan Islam.

"Sebagai tujuan untuk membungkam ulama dimana saja agar ulama tidak memihak kepada rakyat, dan akhirnya kesempatan ini dipakai oleh orang-orang yang tidak suka terhadap Islam dengan cara menzolimi ulama," pungkas Novel.

Sebelumnya, KH Umar Basri atau Ceng Emon Sentiong pada Sabtu (27/1) mendapat penganiayaan oleh satu orang oknum tidak dikenal. Kejadian bermula saat pimpinan ponpes Al Hidayah sedang melakukan dzikir seusai melaksanaak shalat Subuh.

Kekerasaan ini dimulai setelah lampu masjid Al Hidayah dimatikan oleh santri pondok. Tak berselang lama oknum ini kemudian membabi buta menukul pria 60 tahun ini. Akibat kejadian ini Ceng Emon mengalami luka lebam di bagian muka dan harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Islam, Bandung.

SUMBER © DEMOKRASI.CO