logo

Gara-Gara Candaan Berbau SARA, Joshua Suherman Khawatirkan Keluarga

Gara-Gara Candaan Berbau SARA, Joshua Suherman Khawatirkan Keluarga

DEMOKRASI - Joshua Suherman mengungkapkan kekhawatiran pihak keluarga atas kasus yang menyerang dirinya mengenai dugaan pelecehan dan penistaan agama.

Kendati demikian, mantan penyanyi cilik ini telah menjelaskan duduk perkara kejadian yang dialaminya. Setelah itu, pihak keluarga dari Joshua Suherman bisa mengerti dan memahami masalah yang menimpanya.

"Ya khawatir, saat itu pasti khawatir," ungkap Joshua Suherman saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 27 Januari 2018.

"Kenapa nanyain gitu, tapi kan setelah dijelasin dan lain-lain ya ngertilah. Temasuk saudara gua yang dari bokap juga," tambahnya.

Selebihnya, Joshua Suherman tidak ingin memberikan komentar lebih lanjut mengenai kasus dugaan pelecehan dan penistaan agama yang menimpanya. Ia lebih memilih untuk membahas film terbarunya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Forum Umat Islam Bersama melayangkan laporan kepada Joshua Suherman ke Bareskrim Mabes Polri pada 9 Januari 2018 atas dugaan pelecehan dan penistaan agama dalam menyampaikan materi stand up beberapa waktu lalu.

Dari pelaporan itu sendiri, Joshua Suherman diduga telah melakukan tindak pelecehan dan penghinaan terhadap agama. Joshua pun dikenakan Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 28 ayat (2) UU ITE.

Dalam lawakan yang disampaikan Joshua, Anisa disebut lebih terkenal dan memiliki penggemar lebih banyak dari pada Cherly karena memeluk agama Islam. Canda tawa penonton lantas pecah usai kalimat tersebut dilontarkan.

"Semuanya Anisa, Anisa, Anisa ya kan? Padahal skill-nya tipis-tipis, nyanyi tipis, nge-dance tipis, cantik relatif, ya kan? Gue mikir kenapa Anisa selalu unggul dari pada Cherly, ah sekarang gue ketemu jawabannya. Makanya Che, Islam," ujar Joshua dalam stand up comedy kala itu.

Namun sayang, materi stand up yang disampaikan Joshua ini ternyata menyinggung beberapa pihak. Ia pun dilaporkan ke pihak berwajib oleh Forum Umat Islam Bersama (FUIB) dan diserang beragam komentar dari netizen di sosial media pribadinya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...