logo

‘Kayak Politikus, Tak Layak Jadi Kepala BSSN’

‘Kayak Politikus, Tak Layak Jadi Kepala BSSN’

DEMOKRASI - Mayjen Dr. Djoko Setiadi dinilai tidak layak menjadi Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyusul pernyataan yang dianggap ngelantur tentang hoax yang membangun.

Djoko Setiadi telah resmi dilantik sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada Rabu (3/1/2018) kemarin. Sebelum menjadi Kepala BSSN, Djoko menjabat Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg).

Usai dilantik, Djoko Setiadi sempat mengeluarkan pernyataan yang mengundang kontroversi. Mantan orang nomor satu di Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) itu menyebutkan bahwa ada hoax yang membangun.

Hingga saat ini, pernyataan tersebut masih menyebabkan polemik diberbagai kalangan, bahkan ada juga yang menjadikannya bahan lelucon. Tak terkecuali anggota Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya pun turut menyoroti hal itu.

Menurutnya, pernyataan Joko Setiadi itu sangatlah keliru. “Baru dilantik saja dah kelihatan ngelanturnya. MENGERIKAN!,” ungkap Musthofa Nahra di akun twitternya @netizentofa, Kamis (04/01/2017).

Tak hanya keliru, pengamat dari Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) itu juga menyebut penyataan Djoko membuat keributan. “Pekerjaan pertama setelah dilantik adalah bikin ribut,” katanya.

“Kayak politikus. Gak layak jadi Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN),” tukasnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...