logo

Kembali Usut BLBI, KPK Jegal Megawati?

Kembali Usut BLBI, KPK Jegal Megawati?

DEMOKRASI - Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kembali mengusut megaskandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) patut diapresiasi. Namun disayangkan, KPK terkesan tebang pilih dan ada muatan politis terselubung dalam menangani kasus yang sudah lama tidak jelas penyelesaiannya ini.

"Tebang pilih karena yang ditangkap dan yang diusut hanya para pejabatnya saja. Tetapi para pengusaha yang menerima BLBI belum pernah disentuh. Dengan tebang pilih inilah mengundang kecurigaan ada muatan politisnya," kata Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) Sya'roni kepada redaksi, Senin (1/1).

Dugaan tersebut, kata Sya'roni, sangat kuat aromanya karena tindakan KPK menahan mantan Kepala BPPN Syarifudin Tumenggung dilakukan secara mendadak dan waktunya di ambang tahun politik 2018 dan 2019. Apalagi, dia mengingatkan, dulu KPK juga pernah tergiring dalam aroma politik ketika ketuanya Abraham Samad mencoba menjadi calon wakil presiden.

"Jangan alergi jika sekarang ada yang menduga KPK sedang bermain politik menyangkut Pilpres 2019. Karena jika diruntut, kasus SKL BLBI yang sedang diusut KPK akan bermuara ke mantan Presiden Megawati yang waktu itu mengeluarkan Inpres yang menjadi dasar terbitnya SKL BLBI. Jadi jika diteruskan pengusutannya, tidak hanya akan berhenti di Syarifudin Temunggung tetapi juga akan berlanjut ke Megawati," jelas dia.

Dia menilai wajar muncul pertanyaan kenapa KPK baru sekarang mengusut kembali kasus SKL BLBI atau menjelang penyelenggaraan Pilpres 2019? Pertanyaan lainnya, apakah langkah KPK ini dalam rangka mematikan langkah politik Megawati? Sebab PDIP hingga kini belum mengumumkan siapa calon presiden yang akan diusung di Pemilu 2019. Padahal Partai Nasdem dan Partai Golkar jauh-jauh hari sudah menegaskan akan mengusung Jokowi menjadi capres 2019.

"Sekali lagi ini hanya dugaan. Oleh karena itu jika KPK tidak ingin dikesankan sedang bermain politik, maka hendaknya mengusut BLBI dengan tidak tebang pilih. Segera tangkap pengemplang BLBI yakni Anthony Salim, Syamsul Nursalim, dan lain-lainnya," tukas Sya'roni.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...