logo

Ketua Alumni 212 Minta Polisi Adil di Kasus Viktor Laiskodat

Ketua Alumni 212 Minta Polisi Adil di Kasus Viktor Laiskodat

DEMOKRASI - Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif menyayangkan atas sikap pihak kepolisian yang langsung menetapkan Ustad Zulkifli Muhammad Ali sebagai tersangka ujaran kebencian. Menurutnya hal ini, seharusnya dapat juga berlaku kepada Viktor Laiskodat.

"Kami sangat menyayangkan, kalau terus berkembang akan menjadi bola api yang terus membesar. Oleh karenanya kepada aparat hukum harus berlaku adil. Andaikan Viktor sudah diperiksa dan diproses secara maksimal, mungkin tidak akan menyakiti umat islam, tapi kenyataannya belum," kata Slamet di Gedung Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Kamis (18/1).

Slamet menuturkan, kalau pemerintah saat ini mengalami adanya indikasi Islamophobia atau anti Islam. Sehingga ulama yang mengkritik pemerintah dilakukan penindakan.

"Ulama yang mengkritisi pemerintah, yang memberi masukan, itu rata-rata Alumni 212 begitu cepat diambil tindakan. Tapi ketika mereka berbuat yang sama, begitu lama mengambil tindakan.," ujar Slamet.

Bahkan Slamet menyebut, sejumlah ulama yang telah dilakukan proses hukum merupakan pesanan dari sejumlah pihak.

"Yang kami lihat seperti itu, kami bilang ini bagian dari Kriminalisasi ulama yang kembali terjadi," papar Slamet.

Lebih jauh, Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) ini menyatakan, perbedaan proses hukim sangat kental terjadi antara ulama dan seorang yang telah ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian.

"Sangat berbeda, beberapa kasus yang kita laporkan sampai sekarang tidak ada realisasinya, dari mulai kasus Megawati yang kita laporkan setahun lalu, sampai sekarang belum ada pemanggilan. Ade Armando pun demikian. Kemudian Viktor Laiskodat yang sampai sekarang malah menjadi calon gubernur," pungkas Slamet.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...