logo

KPK DKI Berpeluang Bongkar Skandal APBD Era Jokowi-Ahok-Djarot

KPK DKI Berpeluang Bongkar Skandal APBD Era Jokowi-Ahok-Djarot

DEMOKRASI - Komite Pencegahan Korupsi (KPK) DKI Jakarta yang dibentuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai berpeluang dalam membongkar sejumlah skandal korupsi APBD DKI yang terjadi di era Joko Widodo, Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Ketua Progres 98, Faizal Assegaf mengatakan, publik menyambut positif kehadiran KPK DKI sebagai terobosan strategis untuk mencegah sekaligus mengungkap kasus-kasus korupsi APBD yang terjadi di masa lalu.

“Kita akan terus mengamati dan memberi dukungan, agar lembaga tersebut bekerja efektif mendorong serta mengawal transparansi APBD DKI,” kata Faizal, Jumat (5/1).

Faizal menilai, adanya KPK DKI dapat membongkar skandal kebocoran anggaran APBD DKI yang terjadi di era mantan gubernur DKI mulai Jokowi, Ahok hingga Djarot. Sebagai contoh, lanjut dia, kasus korupsi Rp 1,5 triliun di era Jokowi atau skandal RS Sumber Waras dan skandal pembelian lahan Cengkareng Barat pada saat Ahok berkuasa.

Bila merujuk pada hasil audit BPK, Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun 2015 mengungkapkan terdapat 50 temuan senilai Rp. 30,15 Triliun atau separuh anggaran dari Peraturan Gubernur 2015 Rp 69,28 Triliun.

KPK DKI harus berani melakukan terobosan untuk memutus mata rantai kejahatan KKN di masa lalu. Sehingga memberi demarkasi yang tegas bahwa rezim Anies-Sandi tidak dicurigai melakukan bargaining dan kompromi.

“Para dalang dan aktor utama yang diduga terlibat patut diseret ke jalur hukum, termasuk soal kasus proyek reklamasi teluk Jakarta, perlu dilakukan audit investigasi dan meminta penjelasan resmi dari mantan gubernur Joko Widodo,” tukasnya.

Faizal pun menilai, langkah yang diambil Anies untuk memperkuat legitimasi dan kinerga KPK DKI, sudah tepat yakni dengan menjalin kerja sama dengan KPK, Polri dan BPK. Termasuk melibatkan partisipasi para pegiat antikorupsi.

“Progres 98 yang selama ini intensif memantau APBD DKI, dalam waktu dekat akan menemui KPK DKI guna memberi dukungan dan siap ikut terlibat. Kami akan bersama KPK DKI melawan segala bentuk kejahatan korupsi,” tutup Faizal.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...