logo

Laskar FPI Berantas Narkoba Ditangkap, PUSHAMI: Kedepan Polisi Akan Kesulitan, Semua Orang Bisa Saling Lapor

Laskar FPI Berantas Narkoba Ditangkap, PUSHAMI: Kedepan Polisi Akan Kesulitan, Semua Orang Bisa Saling Lapor

DEMOKRASI - Anggota Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (PUSHAMI), Aziz Yanuar menanyakan penegakan hukum apa yang dipakai saat ini. Sebab laskar FPI Pondok Gede yang jelas membantu Polisi memberantas peredaran narkoba, malah dijadikan tersangka atas laporan bandar narkoba.

“Fenomena saling lapor ini hanya membuat kacau balau. Karena membuat kejahatan yang nyata menjadi bias,” katanya kepada Islampos.com, Ahad (31/12/2017).

Menurutnya ke depannya polisi akan kesulitan. Karena semua orang bisa saling lapor. Bahkan seorang maling yang ditangkap bisa melaporkan penangkapnya.

“Jadi satu orang laskar FPI saat ini masih ditahan karena laporan bandar dengan tuduhan melakukan perusakan dan pemaksaan,” ujarnya.

Memang ada pemaksaan, lanjutnya. Tapi kan laskar memaksa bandar untuk menandatangani surat perjanjian agar tidak menjual obat terlarang dan perusakan yang dimaksud adalah saat laskar memasukkan obat terlarang ke dalam ember berisi air. Jadi yang rusak barang haram.

“Keterangan yang diberikan bandar narkoba untuk menjerat laskar sudah jelas keterangan pembelaan agar mereka tidak terkena jerat hukum,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah menerima laporan dari masyarakat tentang beredarnya obat keras daftar G yang meresahkan masyarakat, Rabu (27/12) siang, FPI Pondok Gede langsung meminta bantuan Muspika Kecamatan yang terdiri dari TNI dan Polri untuk mengamankan obat-obatan tersebut.

Dari lokasi tersebut didapat barang bukti ratusan butir obat keras daftar G yang terdiri dari berbagai macam jenis pil lexotan obat keras dari Dextro, Tramadhol, Exzimer dan lain sebagainya termasuk obat anak-anak yang sudah kedaluarsa.

FPI pun yang melakukan tangkap tangan menyerahkan proses hukumnya kepada aparat keamanan

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...