Breaking

logo

Rabu, 10 Januari 2018

Najiskah Air Kencing Unta? Ini Penjelasan Ahli Fiqh

Najiskah Air Kencing Unta? Ini Penjelasan Ahli Fiqh

DEMOKRASI - Pakar ilmu fikih, DR Zain An-Najah menegaskan bahwa air kencing unta belum tentu najis. Sebab, ternyata para ulama sendiri masih berpeda pendapat.

“Air kencing unta belum tentu najis karena para ulama berbagai pendapat. Yang mengatakan air kencing unta najis itu berarti dia belum banyak membaca buku buku fikih yang ternyata terdapat perbedaan pendapat dikalangan para ulama,” ujarnya dalam video yang diupload di akun Facebook miliknya pada Senin (08/01/2018).

Ia menjelaskan, pendapat yang menyatakan bahwa air kencing unta tidak najis pendapat ulama Maliki dan ulama Hanbali, dan sebagian ulama Syafi’iyah. Sedangkan, sebagian ulama Syafi’iyah yang mengatakan air kencing unta suci adalah Ibnu Khuzaimah, Ibnu Mundzir, Royani.

“Pendapat kedua mengatakan bahwa air kencing unta itu najis ini pendapat Hanafi dan Syafi’iyah. Mayoritas ulama Syafi’iyah mengatakan najis. Tapi sebagian ulama Syafi’iyah yang senior mengatakan air kencing unta suci,” jelasnya.

Direktur pesantren tinggi Al-Islam ini juga mengatakan bahwa ulama yang mensucikan air kencing unta memiliki dalil. Yang pertama adalah dari Anas bin Malik di dalam Bukhari dan Muslim. Ia menuturkan, hadits tersebut bercerita tentang suku uklin atau urainah yang datang ke Madinah menemui Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam. Ketika itu, lanjutnya, anggota suku itu sakit demam Madinah.

“Orang yang pernah ke Madinah itu biasanya terkena demam Madinah, beberapa sahabat muhajirin juga sempat sakit hijrah ke Madinah. Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan untuk mendatangi kandang unta untuk meminum air kencing dan susunya. Susu uklin kemudian menuruti perintah Rasulullah minum air kencing unta dan susunya, dan sembuh seketika,” terangnya.

Sementara itu, ulama yang menganggap bahwa air kencing unta najis juga beranggapan bahwa jika darurat untuk berobat saja dan tidak ada obat lain maka boleh meminum air kencing unta.

“Jadi klop, tidak ada satupun yang melarang, kalau memang darurat. Hanya saja memang ini khusus orang-orang yang sakit, kurang sehat, tapi tidak perlu minum air kencing unta kalau dia sehat,” tuturnya.

Oleh sebab itu, ia menekankan hal semacam ini tidak perlu diributkan. Sebab, ulama berbeda pendapat dalam masalah tersebut.

“Masalah minum air kencing unta itu sudah lama. Kenapa baru diributkan sekarang? hanya saja, mereka (Ulama.red) berbeda pendapat apakah kencing unta itu suci atau najis. Yang mengatakan suci ada dalilnya yang mengatakan najis ada dalilnya, kita tinggal mengambil salah satu pendapat,” tukasnya.

SUMBER © DEMOKRASI.CO