Breaking

logo

Selasa, 23 Januari 2018

Ngeri, Pelaku dan Pendukung LGBT Terancam Dijatuhkan dari Gedung Bertingkat

Ngeri, Pelaku dan Pendukung LGBT Terancam Dijatuhkan dari Gedung Bertingkat

DEMOKRASI - Alumni 212 mengecam keras adanya lima partai yang disebut mendukung LGBT. Mereka menyebut, dukungan itu adalah dosa besar.

Pasalnya, Juru Bicara Alumni 212 Habib Novel Barmukmin mengatakan, orang-orang yang menjadi LGBT layak dimasukkan ke dalam neraka.

"Jadi hukum Islam sangat berat menghukum pelaku LGBT. Kalau zina itu hukumnya hukumannya rajam. Kalau LGBT bisa mati," kata Novel kepada Kricom di Jakarta, Senin (22/1/2018).

Novel melanjutkan, hukuman mati bagi LGBT dan pendukungnya, yakni dihukum mati dengan cara dilempar dari gedung atau bukit yang paling tinggi.

"Sehingga hancur itu jenazahnya," kata Novel.

Hukuman mati selanjutnya adalah dengan cara dibakar hidup-hidup. "Nah yang ketiga itu dirajam," imbuhnya.

Manurut dia, hukuman tak hanya berlaku bagi para pelaku LGBT, tapi juga berlaku bagi orang yang mendukung dan membiarkan.

"Sama saja. Jadi sanksi berat. Itu namanya kemungkaran yang tak bisa lepas dari kemaksiatan kecuali nabi," tutur dia.

‎Dalam pernyataannya akhir pekan lalu, Ketua MPR Zulkifli Hasan menyebut ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) berkembang di Indonesia.

Namun, Zulkifli enggan menyebutkan nama-nama partai politik yang fraksinya mendukung LGBT tersebut. Hingga kini kasus tersebut menjadi polemik yang semakin panas diperbincangkan.

SUMBER © DEMOKRASI.CO