Breaking

logo

Kamis, 18 Januari 2018

‘Orang Bicara Komunis Boleh, Kok Bicara Akhir Zaman Ditangkap’

‘Orang Bicara Komunis Boleh, Kok Bicara Akhir Zaman Ditangkap’

DEMOKRASI - Ustad Zulkifli Muhammad telah ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Ustad yang dikenal dengan ceramah soal akhir jaman itu, ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan dengan nomor Laporan Polisi : LP/1240/XI/2017/Bareskrim, tanggal 21 November 2017 lalu.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik akan memeriksa Zulkifli pada Kamis (18/1/2018) hari ini.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai, kepolisian seharusnya banyak belajar dari para ulama, sebab cara pandang soal ceramah akhir zaman dinilai berlebihan.


“Polisi punya frame tentang Islam yang dipelajari dari barat pasca #911 intinya mereka anggap narasi tentang akhir zaman seperti sering diceramahi beberapa ustadz adalah narasi terorisme.” Tulis Fahri Hamzah melalui twitternya, Kamis (18/1).

Fahri mengatakan, cara berpikir narasi soal akhir zaman, melahirkan Islamophobia, ujung-ujungnya, ceramah itu dikaitkan dengan ISIS.

“Gini cara berpikir narasi #Islamophobia : bahwa karena agama memprediksi akhir zaman maka akan menyebabkan banyak orang ingin mati cepat dan masuk surga langsung…apalagi kalau sudah membahas “Keberkahan Bumi Syams” seperti disebut banyak Nash. Maka itu langsung dianggap ISIS.” Kata Fahri.

Fahri menganggap, di Polri sendiri, bahkan banyak yang tidak paham dengan teroris, alhasil, penilaian mereka terhadap islam hanya berdasarkan luarnya.

“Harusnya polisi banyak belajar kepada ulama yang ikhlas…tapi jangan takut dicuci otak… lagipula yang aneh di POLRI kita banyak ahli terorisme gak paham agama Islam.Akhirnya lihat kulit tanpa mengenal isi, berantakan jadinya.” Imbuhnya.

Politikus yang dikenal vokal di parlemen ini melanjutkan, Negara bukan tugasnya mentersangkakan orang, tapi memfasilitasi perdebatan. “Biar yang paham sedikit jadi paham banyak dan yang dangkal jadi mendalam.” Katanya.

“Makanya, aturlah dan fasilitasilah pembelajaran yang massif tentang agama. Bukan malah gelagapan ingin mengontrol setiap obrolan.” Imbuh Fahri.

Kata Fahri, anehnya, orang berbicara soal Komunis dan LGBT bisa bebas, padahal bertentangan dengan pondasi Negara. Namun ketika narasinya soal akhir zaman, tidak diperbolehkan.

“Orang bicara apa saja boleh kok, termasuk LGBT dan komunisme yang bertentangan dengan pondasi negara. Kok orang ngomong narasi akhir zaman aja gak boleh. Hati-hatilah memakai hukum pidana. Ia adalah ultimum remedium. Jangan sembarangan.” Cetus Fahri.

SUMBER © DEMOKRASI.CO