Breaking

logo

Kamis, 18 Januari 2018

PDIP Endus Ada Kongkalikong Antara Kemendag Dan Pengimpor Beras

PDIP Endus Ada Kongkalikong Antara Kemendag Dan Pengimpor Beras


DEMOKRASI - Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka menduga ada permainan dalam impor beras yang dilakukan pada akhir Januari 2018. Padahal, musim panen untuk beras ini terjadi di Maret 2018.

"Musim panen itu bulan Maret. Lalu, dikatakan beras untuk sampai ke sini pertengahan atau akhir Februari 2018. Ini berarti ada yang tidak beres," katanya, di Komisi VI DPR, Jakarta, Kamis (18/1).

Rieke menjelaskan, impor beras itu tidak semata-mata akan langsung datang dalam satu atau dua hari. Impor beras dibutuhkan proses yang cukup lama hingga dua bulan.

"Kalau kita tentukan impor saat ini, maka beras itu tidak langsung datang saat ini juga. Tapi butuh proses, 1 sampai 2 bulan. Artinya, keluarnya itu Februari, atau Maret atau juga April," katanya.

Rieke menduga ada kongkalikong antara Kemendag dan pengimpor. Alasannya, impor beras yang datang hanya dalam waktu satu minggu.

"Itu pastinya ada kongkalikong. Tidak mungkin beras tiba-tiba datang setelah dikirimi surat dari Indonesia. Pasti sudah ada beras yang diangkut dekat-dekat ke Indonesia," tambahnya.

Lebih lanjut, Rieke menambahkan impor beras yang dilakukan ini seolah permintaan PDI Perjuangan. Padahal, lanjutnya, pihaknya juga kaget dengan adanya impor tersebut.

"Kita juga kaget, 10 Januari lalu kita (PDIP) ulang tahun partai. Semuanya datang termasuk juga Presiden. Lalu, 11 Januari dilakukan impor beras. Hal ini seolah-olah permintaan dari PDIP, padahal kita di komisi terkait juga terkaget-kaget dan mungkin bisa disimak nanti bagaimana posisi kita di pertanian seperti apa," jelas Rieke.

SUMBER © DEMOKRASI.CO