Breaking

logo

Kamis, 18 Januari 2018

PDIP soal Rebutan Kursi di Parlemen: Tidak Cerminkan Aspirasi Rakyat

PDIP soal Rebutan Kursi di Parlemen: Tidak Cerminkan Aspirasi Rakyat

DEMOKRASI - Seluruh fraksi di DPR telah sepakat untuk memberi tambahan kursi pimpinan di DPR dan MPR untuk PDIP. Namun, pembahasan UU MD3 yang membahas penambahan kursi tersebut tak kunjung selesai lantaran Partai Gerindra dan PKB juga meminta jatah kursi pimpinan di DPR dan MPR.

Menanggapi hal ini Sekjen PDIP Hasto Kristianto menyebut bahwa dinamika perebutan kursi pimpinan DPR tidak mencerminkan aspirasi rakyat.

"Mereka yang mencoba memisahkan suara rakyat dengan melakukan berbagai upaya sehingga pimpinan dewan tidak mencerminkan aspirasi rakyat. Yang ada adalah kekacauan di dalam demokrasi itu sendiri," ucap Hasto, di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (18/1).

Hasto melanjutkan, PDIP sebagai partai pemenang Pemilu sejauh ini tak pernah meminta-minta jabatan.

Gedung DPR/MPR RI (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

"Kami tidak pernah meminta minta jabatan, karena kami percaya suara rakyat adalah hukum tertinggi," tuturnya.

Hasto juga mengingatkan kembali ketika Pemilu 2009, PDIP tidak pernah meminta-minta kursi tambahan baik di parlemen maupun di pemerintahan. Sebab, saat itu PDIP menghormati Partai Demokrat yang menjadi pemenang Pemilu.

"Ketika kami di luar pemerintahan, kami memberikan penghormatan terhadap Partai Demokrat sebagai pemenang Pemilu tahun 2009 sehingga berpolitik itu dengan prinsip dengan kedewasaan alam pikir, berpolitik itu dengan tradisi demokrasi yang baik bukan dengan menang-menangan," jelas Hasto.

Sebagaimana diketahui, Partai Gerindra meminta jatah kursi pimpinan di MPR, sementara PKB, meminta jatah kursi di DPR. Padahal, sejauh ini, pembahasan revisi UU MD3 terkait penambahan kursi pimpinan itu baru mencapai kesepakatan di mana akan ada satu kursi pimpinan tambahan di DPR dan dua kursi pimpinan tambahan di MPR.

PDIP diketahui akan mendapat satu jatah kursi di DPR dan satu kursi di MPR. Sementara satu kursi pimpinan lainnya di MPR, masih dalam tahap proses lobi.

SUMBER © DEMOKRASI.CO