Breaking

logo

Rabu, 31 Januari 2018

Pengamat Duga Kelompok 212 Dipecah Pemerintah Biar Tak Jadi Ancaman saat Pilpres

Pengamat Duga Kelompok 212 Dipecah Pemerintah Biar Tak Jadi Ancaman saat Pilpres


DEMOKRASI - Kelompok 212 kini tak lagi solid seperti dulu. Buktinya mereka sekarang sudah terbagi menjadi tiga yakni Garda 212, Persaudaraan 212 dan Presidium 212.

Pengamat Politik Ujang Komarudin menduga ada intelijen yang sengaja memecah belah mereka. Sebab kelompok 212 ini sangat kuat apabila bersatu padu.

"Kekuatan 212 kan tokohnya Habib Rizieq, tapi lari ke luar negeri. Lalu penggeraknya juga banyak yang terkena kasus. Menurut saya ini bagian dari strategi penguasa untuk memecah mereka agar kekuatan mereka lemah," kata Ujang kepada Kricom.id di Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Ujang menduga, perpecahan tersebut dilakukan demi kepentingan Pilkada serentak 2018 dan Pemilihan Presiden 2019.

"Politik kita arahnya Pilkda 2018 dan Pemilu 2019. Tidak ada pembicaraan lain kalau bicara politik," papar Ujang.

"Nah, pemecahan di awal ini lebih baik daripada menjadi aksi kekuatan yang besar untuk mengancam pemerintah," ujarnya.

Pasalnya, kekuatan sekecil apapun harus menjadi perhatian bagi pemerintah untuk mencegahnya menjadi besar.

"Pemerintah mainnanya kan halus, enggak kelihatan dari luar. Dipecahnya dari dalam, jadi seolah-olah pecah sendiri. Ini memang begitu yang dilakukan politik. Masyarakat pun tak sadar kalau memang 212 sudah dipecah-pecah," pungkas dia.

SUMBER © DEMOKRASI.CO