logo

Pernyataan JK-Luhut Untuk Menteri Susi Memalukan Dan Tidak Nasionalis!

Pernyataan JK-Luhut Untuk Menteri Susi Memalukan Dan Tidak Nasionalis!

DEMOKRASI - Pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang meminta agar Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menghentikan aksi pembakaran terhadap kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia sangat disayangkan.

"Pernyataan itu menunjukkan bahwa kedua pejabat itu tidak memiliki nasionalisme yang tinggi dan bisa membuat mafia pencuri ikan internasional melecehkan Indonesia. Alasan JK dan Luhut sangat tidak masuk akal dan sangat memalukan," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane kepada redaksi, Rabu (10/1).

IPW, kata Neta, meminta agar Susi tetap konsisten dengan sikap tegasnya, yakni tetap melakukan pembakaran terhadap kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Sikap tegas Susi itu akan membuat orang asing segan dengan wibawa Bangsa Indonesia.

"Para nelayan pun pasti akan selalu mendukung apa yang dilakukan Susi," kata Neta.

Neta berharap, Polri lewat Polisi Perairannya dan TNI AL tetap konsisten membantu Susi memburu, menangkap dan membakar kapal kapal asing pencuri ikan.

"Bagaimana pun gebrakan Susi ini sarat nasionalisme dan membuat bangsa lain menjadi segan dengan Indonesia," tambah Neta.

Neta menekankan jika alasan JK dan Luhut yang mengatakan kapal yang ditangkap akan diserahkan kepada nelayan Indonesia untuk usaha penangkapan ikan tidak masuk akal.

"Jadi pertanyaan, bagaimana mekanisme penyerahannya. Apakah lewat bantuan hibah atau lewat sistem lelang. Jika lewat bantuan hibah, apakah para nelayan Indonesia mau menerima alat kejahatan pencurian ikan diserahkan kepada mereka. Dimana barokahnya. Yang ada nelayan Indonesia akan dilecehkan nelayan nelayan asing. Dianggap sebagai "penjahat baru" yang menikmati alat bukti kejahatan untuk meraup rezeki," ungkap Neta.

Menurut Neta, jika pemberiannya lewat mekanisme lelang, berbagai kecurigaan akan muncul bahwa pelelangan ini hanya patgulipat dan sarat KKN sehingga muncul masalah baru.
"Bukankan dalam berbagai pelelangan barang sitaan disinyalir cenderung terjadi patgulipat sehingga pemiliknya bisa kembali mendapatkan harta bendanya yang disita," kata Neta.

Untuk itulah Neta berharap agar Susi harus konsisten, kapal kapal asing pencuri ikan harus tetap dibakar agar wibawa Indonesia di negara lain tetap tinggi. Sebelum Susi membakar kapal kapal tersebut, kasus pencurian ikan tidak pernah selesai dan makin marak. Pelelangan kapal kapal asing yang ditangkap pun tidak pernah jelas juntrungannya.

"JK dan Luhut tidak perlu mengevaluasi Kebijakan Menteri Susi agar menghentikan penenggelaman dan pembakaran kapal asing pencuri ikan," demikian Neta.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...