Headline

logo

Pigai Nilai Sumut Lebih Cocok Dipimpin Letjen Edy daripada Djarot, Ini Alasannya

Pigai Nilai Sumut Lebih Cocok Dipimpin Letjen Edy daripada Djarot, Ini Alasannya

DEMOKRASI - Sosok berlatarbelakang militer dinilai sebagai tokoh yang tepat untuk memimpin wilayah Sumatera Utara. Pasalnya, Provinsi di utara Sumatera itu berada di lokasi yang tak jauh dari Semenanjung Malaka.

Kritikus Natalius Pigai mengatakan, Sumatera Utara yang berada di beranda depan pertahanan baik darat dan utara. Bahkan termasuk salah satu provinsi yang berbatasan langsung dengan negara-negara macan seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan juga samudra India.

"Pangkalan Udara Polonia juga merupakan satu satunya pangkalan angkatan udara terbesar di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan selat Malaka," kata Natalius dalam keterangannya di Jakarta, Senin (8/1/2018).

Menurut Natalius, konflik Laut Cina Selatan, penetrasi Kapital Cina melalui taipan-taipan hoakiu yang berbasis di Singapura dan Malaysia serta mobilitas barang jasa melalui selat Malaka dengan segala kompleksitas persoalan seperti perdagangan manusia (traficking) dan penyelundupan ( smugling) menjadi masalah di provinsi itu.

Demikian pula Sumatera Utara dengan tipologi masyarakat yang cenderung keras, transaksional dan problematik.

"Mengatasi berbagai kompleksitas persoalan di atas membutuhkan seorang figur gubernur yang tegas, bersih dan berwibawah sehingga figur militer sangat tepat untuk memimpin Sumatera Utara pada periode yang akan datang," kata dia.

''Saya sebagai aktivis 98 dan aktivis kemanusiaan yang pernah menjadi korban dari militer tentunya tidak rela jika militer masuk panggung politik. Namun demikian. Pada saat ini kita sedang menikmati era demokrasi sehingga tidak perlu alergi atau dikotomi militer-sipil," tambah dia.

Natalius melanjutkan, untuk Sumatera Utara dan Provinsi lain kehadiran pemimpin yang nasionalis dan tegas dan bersih sangat relevan.

"Kecuali di Provinsi Papua karena terkait isu sensitif tentang hak asasi manusia sehingga TNI dan Polri belum bisa menjadi gubernur Papua," tutup mantan Komisioner Komnas HAM asal Papua ini.

Seperti diketahui, Pilkada Sumatera Utara akan diikuti dua pasang calon, yakni Letjen Edy Rahmayadi -Musa Rajekshah melawan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...
loading...