logo

Reshuffle Kabinet Hanya Konsolidasi Politik Jokowi Untuk Pilpres 2019

Reshuffle Kabinet Hanya Konsolidasi Politik Jokowi Untuk Pilpres 2019

DEMOKRASI - Reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin dinilai hanya untuk mengamankan dukungan dirinya di Pilpres 2019 nanti.

"Pergantian kabinet berkaitan dengan bagi-bagi jabatan dalam rangka Pemilu 2019. Sangat terlihat arahnya dalam rangka konsolidasi politik 2019. Jokowi kurang yakin dengan kekuatan politik yang menopang dia menuju 2019," kata peneliti dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (18/1).

Dugaan tersebut menurut dia sangatlah kuat. Pasalnya perombakan kabinet kemarin justru sama sekali tak menyentuh tim ekonomi. Padahal, ekonomi bangsa sekarang ini tengah terpuruk.

"Kabinet ekonomi tidak tersentuh karena sudah saling sandera dengan presiden. Presiden menyandera kabinet ekonomi dengan kewajiban menyelesaikan mega proyek. Sementara menteri menyandera presiden dengan utang yang besar hasil lobi-lobi mereka selama 3 tahun terakhir," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa nasib Jokowi menuju 2019 sangat ditentukan oleh kemampuan dia memobilisasi sumber daya ekonomi, uang dan sumber daya politik. Sebab, besarnya "tabungan" Jokowi sangat menentukan dia kandas atau berlanjut. Nah, dia menilai bahwa kondisi keuangan negara yang ketat sudah pasti akan memaksa Jokowi memangkas subsidi pada tahun 2018 dan 2019.

"Butuh kabinet ekonomi yang berani dijadikan tumbal kebijakan yang tidak merakyat. Kabinet sekarang adalah orang yang siap dijadikan tumbal semacam itu. Karena mereka adalah orang yang bermasalah dengan kebijakan BLBI, century, dan lain-lain," ketusnya.

Diketahui, belakangan banyak pihak mendesak Presiden Jokowi untuk segera mendepak Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Pasalnya, menteri asal Partai NasDem itu malah mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton disaat banyak petani akan menghadapi panen raya. Terkait itu, Salamuddin bilang justru Mendag tak bakal direshuffle karena dia pintar cari duit.

"Kemendag adalah kementrian paling gampang cari uang. Terutama dengan impor pangan. Harga pangan global rata lebih rendah dari Indonesia. Harga beras Indonesia tiga kali 1 sampai 2 kali lebih mahal dibandingkan Vietnam dan Thailand. Impor beras cara paling empuk cari uang. Harga beras indonesia. 1 sampai 2 kali lebih mahal dibandingkan Vietnam dan Thailand," pungkasnya.

SUMBER