logo

RI2 Sebut Jokowi - JK Berhasil Bangun Infrastruktur di Daerah Tertinggal dan Perbatasan

RI2 Sebut Jokowi - JK Berhasil Bangun Infrastruktur di Daerah Tertinggal dan Perbatasan

DEMOKRASI - Selama ini wilayah perbatasan identik dengan daerah pedesaan, pinggiran, tertinggal atau daerah miskin yang cenderung termarginalkan. Namun di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) telah menunjukkan keberhasilannya dalam membangun infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia, lebih-lebih di perbatasan.

"Selama 3 tahun Presiden Jokowi gencar melakukan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Sejumlah proyek pembangunan baik di pusat hingga daerah terus dikebut," kata Sekretaris Jenderal RI2 Adam Rumbaru di Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Adam menuturkan, mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) No.58 Tahun 2017 yang merupakan perubahan dari Perpres No. 3 Tahun 2016, pemerintah telah menetapkan sebanyak 270 program strategis nasional. Dari jumlah tersebut, pemerintah juga menetapkan sebanyak 37 program prioritas yang semuanya dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi rakyat.

"Dalam kajian dan analisis RI2 pembangunan infrastruktur yang berhasil dibangun selama masa pemerintahan Jokowi mulai dari jalan, bendungan, hingga perumahan," ungkapnya.

Pada bidang ketahanan air dan pangan, sambung Adam, hingga kini telah diselesaikan 7 bendungan, di antaranya Bendungan Jatigede, Titab, Nipah, Bajulmati, Rajui, Paya Seunara, dan Teritip. Selain itu telah dilakukan pembangunan 265.000 hektar jaringan irigasi baru dan rehabilitasi 1,05 juta ha jaringan irigasi. Di bidang konektivitas, telah diselesaikan pembangunan 2.623 km jalan baru, termasuk di dalamnya Jalan Trans Papua, perbatasan Papua, Trans Kalimantan, perbatasan Kalimantan, dan perbatasan NTT.

"Sedangkan untuk jalan tol, hingga akhir 2016 ada 176 km jalan tol baru yang telah dioperasikan," jelasnya.

Sedangkan hingga akhir 2017 ini, ujar Adam, akan ada 568 km tambahannya. Sehingga sampai tahun 2019 akan terbangun jalan tol sepanjang 1.581 km. Pemerintah juga tengah membangun jembatan baru sepanjang 29.859 meter, seperti Jembatan Tayan di Kalbar, Jembatan Merah Putih di Ambon, dan Jembatan Soekarno di Manado, Jembatan Teluk Kendari di Sultra dan Holtekamp di Jayapura.

Sementara untuk pengembangan kawasan perbatasan sebagai embrio pusat pertumbuhan wilayah, pemerintah telah menyelesaikan renovasi 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, yaitu Skouw di Papua, Entikong, Badau, dan Aruk di Kalbar serta Mota'ain, Motamasin, dan Wini di NTT.

Di bidang perumahan, pada 2015 telah terbangun 699.770 unit rumah, sedangkan di 2016 ada 805.169 unit rumah. Fokus pemerintahan Jokowi untuk membangun infrastruktur merupakan langkah tepat untuk membuka potensi ekonomi Indonesia. Selain itu, juga untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antar wilayah. Oleh karenanya sejak pemerintahan Jokowi ini wilayah luar Jawa, terutama daerah pinggiran dan terluar Indonesia diprioritaskan untuk di bangun.

Pembangunan ini diharapkan akan memiliki dampak positif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Selain juga berdampak pada peningkatan daya saing Indonesia di kancah internasional. Oleh karenanya apa yang dikerjakan Jokowi hingga sejauh ini, masih sesuai dengan apa yang direncanakan. Hal tersebut menunjukan bahwa target yang direalisasikan melalui kinerja pemerintah masuk dalam kategori konkret, terukur dan sesuai dengan visi misi Nawa Cita.

Sementara itu budayawan RI2, Ali Paseh mengakui, kemajuan seni dan budaya di era pemerintahan Jokowi
bisa berjalan bersamaan dengan pembangunan infrastruktur. Oleh karenanya pembangunan seni dan budaya di daerah perbatasan dan tertinggal juga diharapkan bisa mengangkat potensi ekonomi masyarakat.

SUMBER © DEMOKRASI.CO
Loading...

Komentar Pembaca

loading...