logo

Rizal Ramli Berpeluang Ramaikan Pilpres 2019

Rizal Ramli Berpeluang Ramaikan Pilpres 2019

DEMOKRASI - Tokoh nasional yang juga ekonom senior DR Rizal Ramli berpeluang meramaikan Pilpres 2019. Rizal bisa menjadi calon presiden atau calon wakil presiden.

Demikian disampaikan pendiri Lembaga Survei Kedai KOPI Hendri Satrio dalam diskusi 'Ngopi Bareng' bertajuk Dari Seberang Istana; 2019; Selain Jokowi dan Prabowo, Siapa Berani? di Jakarta, Rabu (3/1).

Rizal adalah satu dari enam nama yang menurut Hendri berpeluang meramaikan persaingan 2019 selain nama Jokowi dan Prabowo Subianto. Adapun nama lainnya adalah mantan Ketua KPK Abraham Samad, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Gubernur NTb Muhammad Zainul Majdi, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Gubernur DKI Anies Baswedan.

"Kami prediksi mereka memiliki peluang untuk meramaikan persaingan 2019. Nama-nama ini sering muncul saat diskusi kelompok terfokus dan survei," kata Hendri.

Dia menambahkan pada 2019 fokusnya memang masih pada Jokowi dan Prabowo, tapi besar kemungkinan Prabowo akan mengambil peran berbeda.

"Posisi Jokowi saat ini memang masih terlalu kuat bagi penantangnya, makanya saya menggunakan istilah meramaikan 2019. Prabowo kemungkinan akan memainkan berbeda, mungkin sebagai king maker ya, beliau kan tercatat lebih sukses jadi king maker, Jokowi adalah buktinya," jelas dia.

Selanjutnya dia mengatakan keenam nama tersebut bisa saja menjadi calon presiden atau calon wakil presiden, terutama untuk posisi yang akan ditinggalkan Jusuf Kalla lantaran menurut undang-undang sudah tidak bisa mencalonkan lagi.

"Posisi cawapres Jokowi lebih ramai diperebutkan dibandingkan capres penantang atau cawapres penantang. Mungkin karena jadi Cawapres Jokowi jalannya lebih menurun menuju kemenangan bila dibandingkan posisi menantang," kata Hendri.

Rizal Ramli yang dikenal Sang Rajawali Ngepret dianggap kandidat mumpuni untuk urusan ekonomi. 

Adapun Abraham Samad sempat ramai diperbincangkan sebagai kandidat kuat pendamping Jokowi sebelum memutuskan bersanding dengan JK. Namanya kembali diperbincangkan sebagai calon pengganti JK bila Jokowi mencari pendamping dengan kriteria ahli hukum dan pejuang anti korupsi.

Nama Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi dianggap berpeluang maju ke level nasional sebagai representasi Islam. Hanya saja belum tentu Partai Demokrat mendorong TGB lantaran saat ini Demokrat sibuk mendorong Agus Harimurti Yudhoyono.

Sementara Tito Karnavian yang dekat dengan Jokowi pun masuk radar.

Berbeda dengan tiga nama tadi, nama Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan dianggap sebagai calon penantang kuat Jokowi di 2019. Nama-nama lain yang beredar pun tetap berpeluang menjadi pendamping Jokowi atau memang siap menjadi penantang Jokowi.

"Hanya saja keputusan siapa pendamping Jokowi ya ada pada Jokowi. Kondisi ini memang berbeda dengan 2014 saat Jokowi harus mengikuti saran partai pengusungnya untuk urusan cawapres. Saat ini dengan elektabilitas menjulang Jokowi bisa memilih wakilnya sendiri," demikian Hendri Satrio.

SUMBER